Jika anda ditanya kopi paling enak yang pernah anda minum, pasti jawaban anda akan subjektif dan berbeda-beda .Secara saya bukan ahli kuliner apalagi ahli kopi jadi saya juga pasti akan memiliki jawaban yang berbeda pula. Sebenarnya sampai SMA saya tidak terlalu suka minum kopi bahkan bisa dibilang jarang minum kopi, saya mulai menenggak cairan hitam(tapi ada jg yg coklat sih klo dicampur krim) bernama kopi ini sejak kuliah untuk membantu mengerjakan tugas-tugas kuliah yang menumpuk, otomatis untuk memperpanjang masa aktif tubuh kita (biar ga ngantuk maksudnya), pertimbangan saya memilih kopi adalah pilihan yang paling aman karena ada teman saya memilih merokok yang di sinonimkan dengan Tuhan Sembilan Senti oleh Taufiq Ismail untuk membantu dia mengatasi rasa kantuk ataupun kepenatan yang memuncak, saya memilih tidak merokok karena disamping tidak bermanfaat untuk tubuh (ada yang bilang haram karena dia membahayakan si perokok tapi ada juga pendapat yang bilang makruh) dan juga karena merokok tidak ada untungnya bagi saya duit abis pahala juga ga dapet dan saya juga tidak merasakan nikmatnya merokok jadi kopi adalah pilihan yang paling amaan.
Berdasarkan pengalaman minum kopi saya yang sedikit ini, saya coba mempertanyakan kebutuhan dari minum kopi itu sendiri karena sekarang banyak bermunculan kafe-kafe baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang tentu saja tidak hanya menawarkan sajian kopi tapi juga romantika suasana. Seperti di bakoel koffie menawarkan suasana etnis jawa yang susah di dapatkan di kota-kota besar, starbucks yang memadukan antara cita rasa dan lifestyle. Bahkan sekarang kafe-kafe tersebut juga menawarkan fasilitas wifi gratis yang biasanya merupakan daya tarik tersendiri.
Jadi anda minum kopi di kafe-kafe tersebut karena kopinya enak, mencari suasana lain, meningkatkan gengsi ato numpang internet gratis(klo ini saya banget hehe..)
Saya pribadi ketika minum kopi terbalik khas meulaboh di pantai Suak Ribee merasakan kenikmatan minum kopi sambil minum kopi kita bisa merasakan suasana sejuk pantai, melihat matahari terbenam, merasakan deburan ombak yang menghantam tepian pantai, itulah pengalaman minum kopi yang terenak yang saya rasakan …. di tempat lain lewat lah .. tapi sayang ga ada wifi gratisan di pantai .
Oya bagi anda yang coffee maniac ada info nih tempat alternatif untuk ngopi, saingan utamanya starbucks….silakan dicoba hihi



















3 comments
Comments feed for this article
Mei 21, 2008 pada 4:57 am
nurul
kopi suak ribee memang mungkin kurang ‘maknyusss’ bagi para pecinta kopi. tapi mereka menawarkan ‘kenikmatan’ lain yg sulit didapat ditempat lain. Suasana di tepi pantai, menikmati hembusan angin dan remang2 cahaya dari matahari yg hendak pergi ke peraduannya…SELAMAT!! Anda mempunyai kesempatan mencoba kopi suak ribee.
Mei 21, 2008 pada 5:05 am
Ramdhani
@nurul
Betul sekali, kapan nih jenengan main ke suak ribee lagi hehe
Maret 19, 2009 pada 9:55 pm
Asop
Huahahahahaha! Setubuh! Setuja! Merokok ga ada untungnya!!! x(
So, mending ngopi. Saya termasuk pecandu kopi yang cukup gemar minum kopi tiap hari. Selain rutin susu 2 gelas sehari, pasti ga ketinggalan kopi paling nggak segelas sehari… Pernah salah waktu minum kopi. Biasanya minum pagi2, sebelum jam 12. Tapi entah saya lupa ato gimana, saya minum kopi sore2, jam 3-an. Akhirnya saya ga bisa tidur melek terus sampe jam 12 malem!! Huhuhu… dasar….