Ramdhani’s Blog

Catatan kecil pengalaman, pemikiran dan proses pembelajaran …

Siti Nurbaya in memorial

with 8 comments

siti nurbaya

Sekedar nostalgia dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional hehe. Jadi teringat masa kecil dulu saya dan keluarga sangat menyenangi film yang satu ini, kisah “Siti Nurbaya” yang pada waktu  itu dibintangi oleh novia kolopaking sebagai siti nurbaya dan gusti randa sebagai samsul bahri. Cerita ini diangkat dari roman karangan marah rusli yang diterbitkan oleh balai pustaka. Roman yang satu ini memang sangat fenomenal dan bisa dibilang belum ada tokoh fiktif yang menandingi sosok perempuan yang satu ini. Saat ini ada beberapa novel fenomenal lainnya seperti karya Andrea Hirata dalam  “Laskar Pelangi” yang memunculkan sosok Haikal maupun Habiburahman Al Shirazi dalam “Ayat-ayat Cinta” yang memunculkan sosok Fahri, Aisha, Maria dll, tapi saya rasa ke semuanya belum bisa menandingi ketokohan siti nurbaya.

Jika kita menengok ke belakang tokoh sentral dalam roman Siti Nurbaya karya marah rusli itu telah hadir sejak tahun 1922. Di padang, Siti Nurbaya  hadir seperti sosok riil. Ada jembatan atas namanya, ada pula makam lengkap dengan cungkup dan kelambunya. yang menarik beberapa lama setelah roman itu lahir terjadi perubahan dalam masyarakat minagkabau terutama berkaitan dengan kawin paksa. Roman ini kemudian menjadi counter culture, yang mengejek setiap orang tua ketika hendak memaksa anak perempuannya kawin dengan perjodohan paksa: ini bukan lagi zaman siti nurbaya. Bahkan 80 tahun kemudian Dewa 19 pernah membuat lagu berjudul “Cukup Siti Nurbaya” yang juga terinspirasi oleh roman Siti Nurbaya.

“Roman Siti Nurbaya berkisah tentang percintaan melodramatis Siti Nurbaya dengan Samsul Bahri. Namun orang tua Siti tak menyetujui. Siti pun menikah dengan Datuk Maringgih orang tua kaya berhati licik. SIti akhirnya meninggal diracun anak buah Datuk Maringgih . Syamsul pun mati. Siti Nurbaya menarik karena roman ini mampu membangun pemahaman baru kan kegelisahan perempuan terhadap adat dan kebudayaan yang mencengkram mereka. Cerita ini sekaligus menggambarkan pengorbanan perempuan Siti Nurbaya  untuk kedua orangtuanya dengan menikahi Datuk kaya demi melunasi orang tua.” (tempo)

Tetapi yang saya sayangkan adalah novel ini seringkali dijadikan bahan untuk menyerang konsep dalam islam yang memperbolehkan(bukan mewajibakan loh) poligami, padahal jika kita pikir dengan akal sehat sebelum datangnya islam seorang laki-laki apalagi yang memiliki kedudukan tinggi(bangsawan) biasanya memiliki banyak selir, bahkan raja-raja di tiongkok ada yang memiliki lebih dari seribu selir. Islam justru mengatur masalah-masalah tersebut. Loh kok jadi ngomongin poligami nih harap maklum soalnya abis minum jus poligami (gak nyambung kan). Cukup Sampai Disini deh…

Written by Ramdhani

Mei 21, 2008 at 1:44 pm

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://buku.infogue.com/siti_nurbaya_in_memorial

    infogue

    Juni 24, 2008 at 3:50 am

  2. artikel blognya bagus,tapi kok ga ada cerita seluruh roman siti nurbaya-nya?

    khairana ariani

    Oktober 13, 2009 at 10:53 am

    • klo semua ditulis di blog bisa keriting nih jari mbak. mending baca bukunya aja deh

      Ramdhani

      Oktober 16, 2009 at 3:32 pm

  3. pngn nonton lg filmya..tau ga dmn bz dicari?

    desi

    November 1, 2009 at 3:47 am

    • emang ada filmnya bukannya serial gitu

      Ramdhani

      Desember 8, 2009 at 10:15 am

  4. akkuh ttu cari tkoh2nya ya lngkapp both diklatt tpviy qo gug add iaa. . .

    anneesa

    Desember 8, 2009 at 10:01 am

    • ngga ngerti bahasanya :)

      Ramdhani

      Desember 8, 2009 at 10:15 am

  5. aq lg ada tgs penelitian novel ini,,,

    pusing. . ..

    cymoed

    Januari 6, 2010 at 9:36 am


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: