You are currently browsing the tag archive for the 'Open Mind' tag.

Tulisan  ini dilatarbelakangi oleh beberapa peristiwa yang terjadi dalam 2 bulan ini, antara lain dengan berlangsungnya pernikahan salah satu sahabat dekat ketika SMA yang  datang ke rumah tempat berteduh saya yang sudah tidak teduh lagi karena sudah banyak ditebangi. Pada minggu sore itu tanpa pemberitahuan sebelumnya sahabat saya ujug-ujug datang menyerahkan selembar undangan pernikahan yang akan di adakan pada akhir bulan desember 2008. Sesaat ada suatu perasaan yang aneh berkecamuk di benak ini gado-gado antara perasaan senang, sedih dan penasaran. Senang karena akhirnya sahabat saya itu telah menggenapkan separuh Dien nya, sedih karena merasa ditinggalkan dan penasaran siapa calon wanita yang malang  itu (haha klo ini bercanda sumpah deh) astaghfirullah maksudnya beruntung mendapatkan orang sebaik sahabat saya itu, bukankah orang baik itu bisa dilihat dari sahabat / teman nya bergaul maka otomotis dong … ehm2

Sebenarnya klo bicara tentang cinta mungkin sebagian dari kita ada juga yang merasa eneg  atau males karena sudah biasa mereka dengar sehari-hari dari tayangan TV, Sinetron, Lagu yang isinya cinta melulu .. (coba denger lagu efek rumah kaca). Saya ingat sekali waktu zaman masih muda(sekarang juga masih muda sih) dulu ketika masih di kampus biru ngayogyakarto baik ketika kuliah, pengajian, ataupun pas kongkow-kongkow topik yang paling membuat orang antusias adalah topik cinta.

Dan tahukah anda keyword apa yang paling banyak dicari/populer pada mesin pencarian no.1 di dunia  google.com (tahun 2007 & 2008)  tidak lain adalah kata Cinta  baca the most popular queries on google | what is love ? | the economist

Ya jikalau saja google sudah ada sejak awal manusia diciptakan mungkin arti kata cinta jugalah yang akan banyak dicari, sejarah dalam rentang waktu yang berbeda telah membuktikan banyaknya kisah pencarian akan arti cinta.

Padahal klo menurut teman saya cinta itu terlalu profan, abstrak , surealis untuk di definisikan. Cinta manunggaling dengan alam, kehidupan dan manusia. Berat bener kan, saya aja ga ngeh.

Read the rest of this entry »

Akhir-akhir ini banyak teman maupun saudara saya mengikuti tes CPNS ada teman yang tes CPNS Solo, Magelang, Jogja, Jakarta dan Saudara saya sendiri mengikuti tes CPNS di Tangerang.  Saya cuma bisa mendoakan semoga tes nya lancar dan semuanya bisa diterima, dan kalaupun belum diterima semoga diberikan kesempatan lain yang lebih baik lagi. Ada cerita menarik mengenai tipikal PNS yang biasa kita dengar di negeri kita tercinta ini. Begini ceritanya….

Di sebuah komplek perumahan PNS tinggallah empat orang anak, sebut saja namanya Lalas Simalas, Eep Episien, Ran Aturan, dan Aam Amtenar.

Suatu hari, Ibu-ibu mereka sepakat untuk makan martabak. Karena itu setiap ibu menyuruh anaknya beli martabak dan membekali mereka masing-masing dengan uang Rp. 50.000,-.

Lalas dari awal sebenarnya tidak begitu selera dengan martabak. Dia lebih suka KFC atau McDi. Tapi karena didesak-desak ibunya, ketika sudah cukup malam akhirnya dia keluar juga, namun sayangnya semua penjual martabak sudah kehabisan. Akhirnya dia pulang dan mengembalikan uang Rp. 45.000. Dia hanya pakai Rp. 5000 untuk sekali naik ojeg pp.

Eep sudah tahu martabak special yang sangat enak di warung dekat pasar. Harganya Rp. 25.000. Ongkos ojeg ke sana pulang pergi Rp. 5000,- Eep memutuskan naik sepeda, beli martabak special, kemudian menyerahkan martabak special itu ke ibunya beserta uang kembalian Rp. 25.000,-

Ran Aturan tahu martabak special harganya cuma Rp. 25.000. Tapi daripada uangnya sisa banyak, dia gunakan sekalian untuk beli bakso dan es campur kesukaannya di warung sebelah martabak, sambil nunggu martabaknya jadi. Dia hanya minta agar bonnya disatukan dengan martabaknya. Pulang ke ibunya, dia serahkan martabak special dan uang kembalian Rp. 5000,- Katanya harga martabaknya Rp. 40.000. Kemudian di dapur dia berbagi bakso + es campurnya dengan adiknya.

Aam sebenarnya juga sudah tahu warung martabak special itu. Namun dia perlu pergi beberapa kali. Yang pertama katanya buat survei untuk membandingkan berbagai jenis martabak yang ada di pasar. Pulang laporan dulu. Lalu pergi lagi untuk memastikan spesifikasi dan harganya. Pulang laporan lagi. Baru ketiga kalinya dia pergi untuk membeli martabak itu. Kali ini ia minta ditemani adiknya. Dia bagian beli, adiknya bagian yang membawa. Masing-masing sewa ojeg sendiri. Total dia perlu sewa ojeg empat kali pp. Ketika dia pulang ke ibunya, dia hanya menyerahkan martabak biasa yang Rp. 10.000-an. Tidak ada uang kembalian karena tiap kali naik ojeg katanya habis Rp. 10.000.

Keempat anak itu tidak tahu, kalau ibu-ibu mereka sering ketemu dalam arisan. Jadi ibu-ibu itu tahu berapa harga martabak special atau tarif ojeg yang riel. Apa komentar ibu-ibu mereka?

Ibunya Lalas (bernada kesal): Anakku ini jika sudah punya prinsip, susah. Bakatnya jadi demonstran.

Ibunya Eep: Anakku gak bakat jadi birokrat, jadi PNS-pun sepertinya susah. Ntah mau jadi apa dia ?

Ibunya Ran: Anakku berbakat jadi birokrat. Dapat meraih target dan masih untung lagi.

Ibunya Aam: Oh Anakku lebih berbakat jadi birokrat. Daya serap anggarannya 100%!

Tiga puluh tahun kemudian:

Menteri Keuangan mengeluhkan daya serap APBN Kabupaten Anu yang bupatinya adalah Lalas. Sudah November, ada proyek infrastruktur di sana yang belum juga dimulai. Konon karena kemauan bupati yang aktivis suatu parpol ini berseberangan dengan DPRD yang didominasi parpol lain.

Eep jadi pengusaha sukses. Dia sempat menjadi salah satu pembayar pajak terbesar. Meskipun krisis ekonomi melanda, perusahaan Eep tetap bertahan karena efisien. Ketika ada Pilkada, Eep diminta maju oleh banyak orang sebagai calon independen, dan terpilih. Akhirnya Eep dikenal orang sebagai Bupati yang gigih melakukan reformasi birokrasi. Pemerintahannya bergaya enterpreneur, pelayanannya prima dan index pembangunan manusia di daerahnya meningkat pesat.

Ran juga menjadi bupati di suatu daerah, tetapi sepertinya index pembangunan manusia selama pemerintahannya masih seperti tiga puluh tahun yang lalu. Yang berubah cuma rumah Ran yang kini tampak megah, mobilnya yang mewah dan dan anak-anaknya yang bisa kuliah di Luar Negeri.

Aam jadi bupati juga, setelah sebelumnya lama jadi birokrat. Tetapi kemudian ia berurusan dengan KPK, karena selama jadi birokrat biasa memarkup anggaran, seakan-akan seisi dunia tutup mata.

(sumber cerita : http://famhar.multiply.com/journal/item/130/KISAH_MARTABAK_SPECIAL)

“Bada isya kulangkahkan kaki keluar dari kos ku di daerah jakarta pusat, riuh suasana anak-anak kecil bermain-main di sisi jalan menyambut  perayaan 17 agustus yang besok akan dilangsungkan. Di kepala mereka mungkin sudah terbayang serunya lomba-lomba yang akan mereka ikuti , banyaknya hadiah yang akan mereka dapatkan, tapi ah mereka masih anak-anak biarlah mereka merasakan masa kecil mereka dengan bahagia entah apakah mereka tahu bahwa sebenarnya kata merdeka itu bagi banyak orang masih sebatas fatamorgana di kala harga-harga membumbung tinggi ….

Kunaiki bis kota patas AC yang yang tidak ber AC jurusan Senen – Blok M dan sepi penumpang karena memang  sudah agak malam,”ke blok m bang !”ucapku sambil memberikan ongkos bis yang seharga 1 mangkok bakso bang kumis yang biasa mangkal di dekat rumah ku. Jalanan ibukota juga tidak terlalu padat beda seperti suasana jalanan hari-hari kerja yang macetnya bikin orang mabuk kepayang (baca:pusing).

Di  taman tugu proklamasi yang terletak di jalan proklamasi kulihat beberapa orang menyiapkan perlengkapan untuk upacara besok paginya, dan di dalam taman sendiri seperti malam-malam minggu lainnya banyak muda-mudi sedang upacara(n) tanpa bendara…huh… Menyusuri  jalan Diponegoro menuju Blok M dikiri kanan jalan yang notabene banyak kantor pemerintahan dan markas partai politik menghiasi diri dengan atribut merah putih dari bendera, umbul-umbul bahkan tong sampah pun di cat merah putih untuk mempersiapkan upacara keesokan paginya. Bahkan ku lihat ada beberapa kantor yang sudah membuat acara di malam ini, ada yang sebatas rapat, ada juga juga markas partai politik baru yang merupakan pecahan dari partai besar berlambang banteng mengadakan acara dangdutan dengan biduanita berpenampilan seronok.

Setelah 3 kali naik angkot yang berbeda untuk sampai rumah ku di daerah selatan jakarta akhirnya sampai juga di depan gang masuk menuju rumah ku, jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam kulihat beberapa meter dari rumah ku ramai terdengar suara film layar lebar yang ternyata bersumber dari “film layar tancap” yang diadakan masih dalam rangka menyambut kemerdekaan juga. Sesampainya dirumah segera kurebahkan badanku di gundukan kapuk empuk karena badan ini sudah babak belur dihajar angin malam jakarta……” ( Malam minggu 16 Agustus 2008 )

Indonesia kini genap 63 tahun. Usia yang patut disyukuri karena mencapai rata-rata harapan hidup orang Indonesia. Namun, masalahnya apakah Indonesia saat ini sudah benar-benar merdeka. Pertanyaan itu layak dilontarkan sebab selama 63 tahun Indonesia merdeka cita-cita kemerdekaan berupa terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera masih jauh dari kenyataan.

Kita teriak-teriak, “kita harus bangkit, kita harus mandiri, kita harus bisa bersaing dengan bangsa lain”. Atau kita gembar-gembor “merdeka merdeka!” Tapi, di saat yang sama kita menghamba pada Amerika. Amien Rais mengatakan demikian itu sebagai mental inlander. Lewat bukunya Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia, ia secara gamblang menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang mayoritas sudah dikuasai asing.

“Nasionalisme kita telah menjadi nasionalisme dangkal. Kita bela merah putih hanya dalam hal-hal yang bersifat simbolik, namun ketika kekayaan alam kita dikuras dan dijarah oleh korporasi asing, ketika sektor-sektor vital ekonomi seperti perbankan dan industri dikuasai asing, bahkan ketika kekuatan asing mendikte perundang-undangan serta keputusan-keputusan politik, kita diam membisu. Seolah kita sudah kehilangan harga dan martabat diri..”(Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia, Amien Rais)

Pengurasan kekayaan alam Indonesia dapat dilihat dengan intervensi terhadap produk hukum RI yang mengizinkan asing menguasai aset nasional nyaris tanpa batas. Simak, misalnya, pernyataan USAID (United States Agency for International Development) “USAID has been the primary bilateral donor working on energy sector reform“. Khusus mengenai penyusunan UU Migas, USAID secara terbuka menyatakan, “The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000” (http:www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-009.html).

Di bidang pertahanan-keamanan, kita diatur asing lewat program-program seperti IMET (dengan Amerika), DCA (Singapura), Densus 88 (AS), NAMRU 2 (AS). Proyek NAMRU 2, disebut Koordinator MER-C Dr Jose Rizal sebagai pangkalan militer AS di jantung Indonesia.

Asing juga menguasai bisnis mutiara, pelayaran, jasa perawatan, dan industri petrokimia. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan dari sekitar 20-an industri petrokimia di Indonesia hanya empat yang dimiliki oleh pengusaha lokal. “Dari 20-an perusahaan petrokimia, hanya empat yang dimiliki lokal. Selebihnya Filipina, Taiwan, dan Korea,” kata Menperin dalam seminar Indonesia Investor Forum 2 di Jakarta (Kapanlagi.com, 31 Mei 2007).

Sebagai bangsa yang berdaulat tentu kita tidak ingin terus menerus berada dalam cengkraman asing tersebut. Karena itu bagi bangsa yang terjajah seperti Indonesia ini hanya satu jalan yang layak diupayakan, yaitu membebaskan diri dari penjajahan itu sehingga diraihnya kemerdekaan hakiki.

Bukan saya ga akan mengulas tentang bioskop “21″ anda salah. Tapi film 21 (ga pake tanda “+”) yang baru saya nikmati seminggu yang lalu bioskop “6″ alias di rumah saya yang bernomor 6. Kenapa saya tertarik menonton film ini adalah muatan keilmuan dan background akademis yang ada film ini walaupun cuma ditonjolkan sekilas lalu tapi lumayan keren dan mengguncang otak saya yang dangkal ini dalam ilmu matematika. Film ini di inspirasi dari kisah nyata 5 orang mahasiswa MIT. Kisah ini juga sudah dibukukan dan menjadi Best Seller di US sana.

Dikisahkan di kampus ilmu teknik tersohor di amerika, MIT (Massachusetts Institute of Technology) seorang dosen bernama mickey Rosa (kevin spacey) terpesona dengan kemampuan analisa salah satu mahasiswa, Ben Campbell(Jeff Sturgess) yang selalu mendapat nilai paling tinggi dikelasnya dan ternyata sedang berusaha banting tulang mendapatkan uang sebesar US$300.000 untuk biaya kuliahnya.

Rupanya hal itu membuka peluang bagi Rosa, secara diam-diam ia mengumpulkan beberapa murid terpilih dan membentuk tim untuk menganalisa teknik permainan blackjack secara matematis dan teknik membaca kartu. Singkat cerita dengan bermodalkan otak mereka tim mahasiswa MIT itu berhasil mendulang kemenangan di meja judi permainan Blackjack dan meraup uang sangat banyak. Alasan mengapa tim ini memilih permainan blackjack dikarenakan jika dimainkan dengan bendar, si pemain memiliki peluang sebesar 49% untuk mengalahkan bandar, terlebih lagi dengan teknik yang dikembangkan oleh tim, peluang tersebut naik menjadi antara 50% dan 53%, ya kurang lebih begitulah teorinya. Lengkapnya silakan nonton film nya.

Di film ini kita juga bisa melihat industri judi di amerika terutama demikian besar dan memberi pemasukan signifikan buat negara tersebut, berjuta-juta dolar bisa masuk dan keluar dalam tempo singkat Tahun 2004, pendapatan negara bagian Nevada (Las Vegas) mencatat rekor sebesar 10 triliun dolar hanya dari industri judi! (belum dari industri lainnya nih…) pendapatan perkapitanya adalah $22.060 sangat berbeda 480 derajat dengan negara-negara miskin dan negara berkembang seperti indonesia yang jauh lebih subur dan lebih kaya sumber daya alam pendapatan per kapitanya tahun 2007 naik 17% nenjadi USD 1946 atau sekitar Rp. 17,9 juta (kurs 9200) per tahun (detikfinance.com) , tanya kenapa ????

Dengan fakta diatas apakah kita lantas harus meniru dengan membuat tempat lokalisasi judi seperti yang pernah di usul kan oleh beberapa pejabat dan wakil rakyat beberapa waktu, apakah anda rela bahwa bangsa indonesia yang kita cintai ini di biaya oleh hasil dari industri judi ??? pokoknya saya ga relaaaaa …
Sebagai negara dengan mayoritas muslim dan dengan sumber daya alam yang melimpah tidak selayaknya mengandalkan judi sebagai sumber pemasukan dan menjadikannya legal.
Di tahun 1965 Presiden Soekarno pernah mengeluarkan Keppres No 113 Tahun 1965 yang menyatakan lotre buntut bersama musik ngak-ngik ngok merusak moral bangsa dan masuk dalam kategori subversi. Kereeen bo …
Pak Sutanto di awal menjabat sebagai Kapolri juga bertekad untuk memberantas judi walaupun belum maksimal ya tetap harus kita dukung upaya-upaya tersebut. Jadi menyambut indonesia yang katanya sudah “merdeka” ini say no to judi and narkoba ok, now let sing together …..

Judi (judi), menjanjikan kemenangan
Judi (judi), menjanjikan kekayaan
Bohong (bohong), kalaupun kau menang
Itu awal dari kekalahan
Bohong (bohong), kalaupun kau kaya
Itu awal dari kemiskinan

Judi (judi), meracuni kehidupan
Judi (judi), meracuni keimanan
Pasti (pasti), karena perjudian
Orang malas dibuai harapan
Pasti (pasti), karena perjudian
Perdukunan ramai menyesatkan

Yang beriman bisa jadi murtad, apalagi yang awam
Yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah
Yang kaya bisa jadi melarat, apalagi yang miskin
Yang senang bisa jadi sengsara, apalagi yang susah
Uang judi najis tiada berkah

Uang yang pas-pasan karuan buat makan (o, o)
Itu cara sehat ?tuk bisa bertahan
Uang yang pas-pasan karuan ditabungkan (o, o)
Itu cara sehat ?tuk jadi hartawan

Apa pun nama dan bentuk judi
Semuanya perbuatan keji
Apa pun nama dan bentuk judi
Jangan lakukan dan jauhi

(Judi , Rhoma Irama)

zaman dulu kala

“Di suatu pagi yang cerah, sekali lagi dengan terpaksa aku diminta turun dari angkot dan harus berjalan sejauh 5 km menuju sekolah karena sopir angkot yang kutumpangi enggan mengantri di kemacetan yang memang sudah menjadi rutinitas di kawasan ciputat dan sudah terkenal di seantero jakarta raya. Tapi ternyata aku tidak sendiri di lintasan jalan becek ini ada beberapa orang berseragam putih abu-abu yang senasib denganku, kulangkahkan kaki dengan agak cepat dan sedikit agak zig zag untuk menghindari motor yang dengan seenaknya menggunakan jalur pejalan kaki untuk menghindari macet. Dari kejauhan kulihat ada orang yang berkerumun di depan gerbang sekolah seperti para groupies yang sedang menanti bintang rock idolanya tetapi dihalang-halangi oleh para bodyguard, tapi ternyata aku salah mereka adalah teman -temanku yang sudah terlambat dan tidak diperbolehkan masuk ke sekolah, termasuk juga diriku yang lebih telat dari mereka…sambil menyeka keringat beberapa kali ku umpat dalam hati tentang keadaan ciputat yang macet nya tidak kunjung di obati oleh pemerintah setempat arrgggggghhhh…” (memori putih abu-abu)

ciputat oh ciputat

zaman sekarang

Entah sejak kapan ritual macet di ciputat bermula, yang pasti sejak masih SD saya sudah terkena imbasnya yaitu sering telat masuk sekolah karena padepokan SD dan SMA saya terletak di Ciputat. Diperparah lagi jika saya telat bangun karena kesiangan, makin sempurna lah tragedi yang saya alami, udah bangun kesiangan, kena macet dan sampai di sekolah harus ber silaturahmi dengan guru BP…. sempurnaaa ( andra n d’backbone mode). Tapi saya ambil sisi positifnya yaitu setiap pagi jadi ada aktivitas olahraga yang teratur (jalan cepat bahkan lari kadang-kadang) dan kedua mengoptimalkan buku siswa yang diberikan oleh sekolah supaya tidak terlalu mubazir yang saya isi dengan beberapa catatan keterlambatan saya selama SMA, alasan telat ada beberapa kategori : macet, bangun kesiangan , banjir , uncategorized, dll.

Ciputat berada dipinggiran kota antara jakarta dan jawa barat , menurut pandangan saya ibarat selat bosphorus(turki) yang menjembatani antara asia (jawa barat) dan eropa (jakarta) CMIIW. Di ciputat ini secara tata kota cukup amburadul setelah tidak adanya terminal yang bisa menjadi tempat pemberhentian para pilot angkot menanti penumpang ditambah lagi dengan melubernya transaksi yang seharusnya di pasar menjadi bertransaksi di trotoar dan tepian jalan. Oiya hampir lupa untuk sampai ke sekolah SD dan SMA saya harus melewati beberapa rintangan yang saya sebut sebelumnya.

Tetapi akhir-akhir ini penghuni ciputat, yang sekolah di ciputat, yang melewati ciputat bisa tersenyum lega setelah fly over yang dibangun sudah selesai dan di uji cobakan beritanya bisa dilihat disini juga disana.

Coba bayangkan yang biasanya harus melewat ciputat selama 30-60 menit (jam sibuk) skarang hanya 5-10 menit melewati fly over wow keren, anda yang belum pernah merasakan lewat ciputat pada saat macet mungkin tidak bisa membayangkannya saya maklumi kok. Semoga ciputat tetap lancar dan nyaman.

Andai saja saya bisa kembali ke masa dulu, mungkin saya ga pernah terlambat ya…pasti anda yang membaca ini protes dan beranggapan ini hanyalah apologi keterlambatan saya  dan anda benar hehe..Tetapi bagaimanapun itu saya tetap bersyukur bisa merasakan hal tersebut yang mungkin tidak bisa dinikmati oleh setiap orang, ada ungkapan menarik “jika anda mencari sesuatu yang baik dari setiap peristiwa , anda akan menemukan sisi terbaik dari diri Anda sendiri”.

Sekilas membaca berita ini jadi teringat tanggal 1 juni yang lalu ketika dalam perjalanan dalam jakarta – medan menggunakan maskapai GA bersama beberapa rekan kerja. Dalam cuaca yang cerah agak berawan dan sudah menempuh setengah perjalanan seluruh penumpang pesawat termasuk saya sendiri di kagetkan oleh suara speaker mbak-mbak pramugari karena harus mendarat darurat di Pekanbaru Riau, tetapi Alhamdulillah pendaratan yang dilakukan bukan karena kerusakan tetapi karena bandara polonia di tutup sementara. Penutupan tersebut di sebabkan oleh adanya pesawat batavia air yang mengalami pecah ban di tengah landasan sehingga tidak memungkinkan pesawat-pesawat lain untuk mendarat. Jadwal yang seharusnya jam 12 siang sudah sampai medan harus tertunda selama 6 jam dari jam 11.00 – 17.00 WIB.

terjebak di pekanbaru terjebak di pekanbaru2

gambar 1. mendarat di pekanbaru dan suasana bandara akibat tertunda nya beberapa penerbangan
Lagi-lagi terjadi kecelakaan pesawat, mengapa oh mengapa ? Dibawah ini saya lampirkan data tahun 2006 tingkat kecelakaan di dunia dari IATA.org yang paling banyak adalah CIS (negara bekas Uni Soviet).
Dari press release Making a Safe Industry Even Safer – tercantum bahwa hingga akhir tahun 2006 penerbangan udara adalah tetap menjadi moda transportasi dengan tingkat keselamatan tertinggi – dibanding moda transportasi lainnya. Dalam press release ini dicantumkan tingkat kecelakaan pesawat di dunia – yang angkanya 0.65 kecelakaan per sejuta penerbangan (didefinisikan sebagai hull loss per million departure). Dengan peningkatan volume penerbangan dunia yang bertumbuh 5-6% per tahun — IATA menargetkan penurunan tingkat kecelakaan hingga 0.49 kecelakaan per sejuta penerbangan pada tahun 2008. Indonesia masuk ke bagian asia pasifik.

Angka kecelakaan pesawat di dunia

gambar 2. Angka kecelakaan di dunia (iata.org)

sebagai seorang muslim saya diajari untuk bersikap tawakal – berserah diri kepada Allah swt, apalagi klo masalah urusan ajal walaupun kita bersembunyi di benteng yang kokoh sekalipun tidak akan lepas kita jika memang sudah waktunya tiba. Tetapi dalam tawakal itu sendiri kita juga di anjurkan untuk menyempurnakan ikhitiar kita. Ada sebuah hadits yang mungkin sering kita dengar :

Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw yang hendak meninggalkan untanya. Ia kemudian berkata, “Aku akan membiarkan untaku, lalu akan bertawakal kepada Allah.” Akan tetapi, Nabi saw bersabda kepadanya, “Ikatlah untamu dan bertawakallah kepada Allah.”

Hadits tersebut, pertama, mengajarkan kepada orang tersebut agar mengikat untanya; kedua, memberikan pemahaman kepadanya bahwa tawakal tidak berarti meninggalkan sebab-akibat; dan ketiga, memerintahkan supaya dia mengaitkan sebab dengan akibat seraya bertawakal.

Kembali ke masalah kecelakaan pesawat dan terkait dengan kaidah kausalitas,  pemerintah dalam hal ini sebagai regulator harus menyempurnakan ikhtiar dengan kontrol yang lebih ketat, lebih tegas dalam masalah keselamatan awak pesawat dan berikanlah sanksi yang jelas baik bagi perusahaan penerbangan sebagai operator maupun kepada penumpang sebagai pengguna jasa yang jelas-jelas membahayakan keselamatan (operasional maupun teknis kondisi pesawat). . Usaha pemerintah mencabut mencabut izin adam air perlu di apresiasi supaya menjadi shock therapy bagi operator penerbangan terutama yang mengincar segmen low-cost carrier , tidak bisa seenaknya menjadi operator cuma mikir untuk “ngejar setoran” tanpa pertimbangan  keselamatan penumpang. Dan tentunya penumpang juga harus bertanggung jawab dan mengikuti aturan-aturan yang ada demi keselamatan bersama.

Oya terakhir ada pengumuman dari BPS bahwa jumlah pengguna angkutan udara sepanjang bulan Maret 2007 berjumlah 2,3 Juta orang atau naik 41% dari jumlah penumpang bulan Februari 2007. Jadi bisa diasumsikan bahwa orang Indonesia nggak kapok naik pesawat walaupun sering kecelakaan hehe.

referensi :

1. iata.org

2. Angka kecelakaan pesawat di duniahttp://hotradero.multiply.com

3. kaidah kausalitas Memahami Hubungan Sebab-Akibat Dalam Realitas Kehidupan Muslim, Abdul Karim as-Saamiy; Darul Bayariq, Beirut; 1996.

Duhai, kalau pohon bisa berkelana

dan bergerak dengan kaki dan sayap!

Tentu ia tak akan menderita karena ayunan kapak

juga tak akan merasakan pedihnya gergaji!

Karena kalau mentari tidak berkelana jauh

menembus malam

Mana mungkin setiap pagi

dunia akan cerah ceria?

Bila air samudra

tidak naik ke langit,

Mana mungkin tumbuh-tumbuhan akan tersuburkan

oleh irigasi dan hujan yang lembut?

Tetes air yang meninggalkan negerinya,

samudra, dan lalu kembali –

Mendapati tiram sedang menanti

dan tumbuh menjadi mutiara.

Tidakkah Yusuf meninggalkan ayahnya,

dalam sedih dan air mata dan putus asa?

Tidakkah lewat perjalanan itu

dia peroleh kerajaan dan kemenangan ?

Kalau tak punya kaki untuk berkelana

berkelanalah ke dalam dirimu,

Dan bak tambang batu delima

terima jejak sinar mentari!

Perjalanan seperti itu

akan membawamu ke dirimu,

Mengubah debu jadi emas murni!

Tinggalkan pahit dan cuka,

pergilah ke manis!

Sebab air laut pun membuahkan

seribu jenis buah

Matahari itulah

yang menampilkan karya amat bagus itu,

Karena pohon jadi indah

kala disentuh mentari

(rumi)

Terkait dengan naiknya harga minyak dunia yang diikuti pula dengan naiknya harga BBM di indonesia ada sebuah film dengan judul syriana (2005) yang dibintangi oleh george clooney. Film ini menarik untuk ditonton karena bercerita mengenai sepak terjang perusahaan-perusahaan minyak besar dunia khususnya di timur tengah. Buku yang mungkin menarik untuk disimak terkait dengan hal ini juga adalah “Confessions of an Economic Hit Man” karangan John Perkins.

Selama ini mungkin jarang sekali film-film hollywood yang menggambarkan kebusukan dedengkot kapitalisme, yaitu amerika. Yang sering kita jumpai biasanya justru film-film yang menutup-nutupi kebobrokan amerika seperti film Tears of the sun, Black hawk down, atau bahkan rambo sekalipun, dll. Tapi kita bisa melihat ada kejujuran di film Syriana. Kejujuran yang mungkin hanya dianggap sebuah film semata (tanpa fakta) karena sudah terlalu banyak kebohongan diteriakan selama ini. Seperti dikatakan Napoleon, katakanlah kebohongan seribu kali maka ia akan menjadi kebenaran.
Syriana adalah sebuah film tentang suatu negeri (fiktif) yang kaya akan minyak, dipimpin seorang raja yang sudah tua dan memiliki dua orang putra (keluarga al-subaai). Minyak di negeri tersebut selama ini dikelola oleh perusahaan minyak raksasa dari amerika, connex, yang nantinya akan melakukan merger dengan Killen (diasosiasikan dengan Exxon yang merger dengan Mobil menjadi Exon Mobil), mereka mereguk banyak keuntungan dari hasil penghisapan minyak di negeri tersebut. Read the rest of this entry »

siti nurbaya

Sekedar nostalgia dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional hehe. Jadi teringat masa kecil dulu saya dan keluarga sangat menyenangi film yang satu ini, kisah “Siti Nurbaya” yang pada waktu  itu dibintangi oleh novia kolopaking sebagai siti nurbaya dan gusti randa sebagai samsul bahri. Cerita ini diangkat dari roman karangan marah rusli yang diterbitkan oleh balai pustaka. Roman yang satu ini memang sangat fenomenal dan bisa dibilang belum ada tokoh fiktif yang menandingi sosok perempuan yang satu ini. Saat ini ada beberapa novel fenomenal lainnya seperti karya Andrea Hirata dalam  “Laskar Pelangi” yang memunculkan sosok Haikal maupun Habiburahman Al Shirazi dalam “Ayat-ayat Cinta” yang memunculkan sosok Fahri, Aisha, Maria dll, tapi saya rasa ke semuanya belum bisa menandingi ketokohan siti nurbaya.

Jika kita menengok ke belakang tokoh sentral dalam roman Siti Nurbaya karya marah rusli itu telah hadir sejak tahun 1922. Di padang, Siti Nurbaya  hadir seperti sosok riil. Ada jembatan atas namanya, ada pula makam lengkap dengan cungkup dan kelambunya. yang menarik beberapa lama setelah roman itu lahir terjadi perubahan dalam masyarakat minagkabau terutama berkaitan dengan kawin paksa. Roman ini kemudian menjadi counter culture, yang mengejek setiap orang tua ketika hendak memaksa anak perempuannya kawin dengan perjodohan paksa: ini bukan lagi zaman siti nurbaya. Bahkan 80 tahun kemudian Dewa 19 pernah membuat lagu berjudul “Cukup Siti Nurbaya” yang juga terinspirasi oleh roman Siti Nurbaya.

“Roman Siti Nurbaya berkisah tentang percintaan melodramatis Siti Nurbaya dengan Samsul Bahri. Namun orang tua Siti tak menyetujui. Siti pun menikah dengan Datuk Maringgih orang tua kaya berhati licik. SIti akhirnya meninggal diracun anak buah Datuk Maringgih . Syamsul pun mati. Siti Nurbaya menarik karena roman ini mampu membangun pemahaman baru kan kegelisahan perempuan terhadap adat dan kebudayaan yang mencengkram mereka. Cerita ini sekaligus menggambarkan pengorbanan perempuan Siti Nurbaya  untuk kedua orangtuanya dengan menikahi Datuk kaya demi melunasi orang tua.” (tempo)

Tetapi yang saya sayangkan adalah novel ini seringkali dijadikan bahan untuk menyerang konsep dalam islam yang memperbolehkan(bukan mewajibakan loh) poligami, padahal jika kita pikir dengan akal sehat sebelum datangnya islam seorang laki-laki apalagi yang memiliki kedudukan tinggi(bangsawan) biasanya memiliki banyak selir, bahkan raja-raja di tiongkok ada yang memiliki lebih dari seribu selir. Islam justru mengatur masalah-masalah tersebut. Loh kok jadi ngomongin poligami nih harap maklum soalnya abis minum jus poligami (gak nyambung kan). Cukup Sampai Disini deh…

tolak kenaikan bbm

“BBM Naik Rakyat Tercekik”,”Negarane Sugih Rakyat e Ngelih”…dsb Itulah beberapa slogan-slogan yang diungkapkan pada aksi penolakan kenaikan BBM yang marak akhir-akhir ini. Alasan utama kenaikan BBM, sebagaimana berkali-kali diungkap Pemerintah, adalah tekanan yang semakin berat terhadap APBN 2008 akibat terus membengkaknya apa yang disebut subsidi BBM sebagai dampak langsung dari terus meroketnya harga BBM di pasaran internasional yang telah menembus angka US$ 120 perbarel. Ada beberapa fakta yang mesti kita tahu, antara lain :

  1. Alasan besarnya subsidi, yang berulang kali disebut oleh pejabat pemerintah sebanyak lebih dari Rp 200 triliun dan akan menjadi lebih Rp 300 triliun bila BBM tidak segera dinaikkan patut dipertanyakan. Alasan itu baru benar bila seluruh minyak mentah diimpor dari luar negeri. Faktanya, Indonesia masih memproduksi 910 ribu barrel minyak mentah setiap hari. Memang, produksi dalam negeri sebanyak itu tidak mencukupi, karenanya harus diimpor. Nah, mestinya, subsidi itu dihitung dari jumlah minyak mentah yang diimpor itu. Mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie menyebut, bila perhitungan dilakukan dengan benar, pemerintah sesungguhnya malah mendapatkan kelebihan uang tunai. Yakni selisih antara harga jual BBM di dalam negeri dengan besarnya subsidi dari minyak mentah impor. Besarnya diperkirakan mencapai Rp 35 triliun. Kemana dana sebesar ini?
  2. Pernyataan bahwa kenaikan BBM demi orang miskin juga harus dipertanyakan, karena faktanya, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi Pri Agung Rakhmanto, (Kompas, 7/5), kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa. Jadi, bagaimana bisa disebut bahwa kenaikan BBM dilakukan demi orang miskin, bila dalam hitungan dan pada kenyataannya jumlah orang miskin justru akan bertambah? Berdasarkan simulasi yang dibuat oleh Agung, kenaikan harga BBM 30 persen juga akan mengakibatkan tambahan inflasi sebesar 26,94 persen. Itu artinya, kehidupan rakyat pasca kenaikan BBM pasti akan bertambah susah.
  3. Bantuan Tunai Langsung (BLT) plus sembako yang akan dibagikan kepada 19 juta rakyat miskin juga tidak mencukupi karena selain jumlahnya kurang, juga sifatnya hanya sementara. Menurut Pri Agung, untuk kenaikan harga BBM sebesar 30 persen, kompensasi yang harus diterima masyarakat minimal Rp 168.000. Sementara itu, pemerintah berencana memberikan BLT hanya Rp 100.000 per bulan. Lagi pula itu hanya untuk 19 juta rakyat, sementara puluhan juta rakyat lainnya yang tidak masuk kategori miskin (menurut ukuran pemerintah), tidak mendapatkan apa-apa padahal mereka juga bukanlah kategori orang kaya. Mereka ini, juga terkena dampak kenaikan BBM.
  4. Bahwa masih ada cara lain yang bisa ditempuh oleh pemerintah agar tidak menaikkan BBM. Antara lain: (1) Penghematan belanja negara hingga 20 persen, mulai dari kantor kepresidenan, DPR, kementerian, dan lembaga negara lain. Dari sini minimal Rp 20 triliun bisa dihemat. (2) Pembayaran angsuran utang harus dijadwalkan kembali, bahkan pembayaran bunga (riba) utang yang ternyata memakan porsi yang cukup besar tidak harus dibayar. Dalam APBN tahun 2008 ini cicilan pembayaran utang plus bunganya mencapai Rp 151,2 triliun (Beritasore.com, 25/11/2007). Renegosiasi pembayaran bunga dan atau pokok utang luar negeri harus dilakukan. Untuk membayar bunga saja sekitar Rp 94 triliun (lebih dari 10 miliar dolar AS). (3) Memanfaatkan dana APBD yang mengendap di BI dalam bentuk SBI yang bunganya jelas menambah beban Pemerintah. Sepanjang tahun 2007 saja, dana APBD yang mengendap di BI dalam bentuk SBI mencapai sedikitnya Rp 146 triliun (Waspada Online, 27/8/07). Lebih dari itu, sepanjang tahun 2007, ternyata APBD kita rata-rata surplus cukup besar (Okezone.com, 6/5/08). (3) Pajak progresif terhadap komoditas yang booming, seperti minyak, gas, batubara, tembaga, dan perkebunan. Tax rate-nya dinaikkan sejalan dengan naiknya harga. Jika tax rate atas minyak ditetapkan 50 persen, penerimaan pajak bisa naik minimal Rp 9 triliun. Bila 60 persen, naiknya Rp 15 triliun (Drajat Wibowo, (Republika, 7/5). (4) Memangkas perantara yang ada dalam ekspor dan impor minyak. Perantara ini cuma calo, berbasis di Singapura, dan mengambil margin minimal 0,5-1,0 dolar AS per barel (Drajat Wibowo, (Republika, 7/5). (5) Lindung nilai (hedging) harga minyak dapat menghemat sedikitnya Rp 55,2 triliun. Jika realisasi harga minyak 115 dolar AS per barel dan hedging beli di harga 95 dolar AS, terdapat selisih 20 dolar AS. Dengan mengalikan selisih 20 dolar AS terhadap konsumsi BBM 35,5 juta kiloliter, ada potensi penerimaan Rp 44,59 triliun (Sunarsip, (Republika, 7/5). (7) Menekan besaran alpha (margin distribusi BBM) pendistribusian BBM bersubsidi ke Pertamina dari 9 persen menjadi 5 persen. Subsidi yang bisa dihemat dari penurunan alpha Rp 9,534 triliun (Agung Pri Rakhmanto, (Republika, 7/5). (8) Pengembalian dana BLBI sebesar 225 triliun dari sejumlah konglomerat hitam. (9) Pemerintah harus memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya alam (migas, emas, batubara, dan lainnya) yang sangat melimpah itu, yang hakikatnya adalah milik seluruh rakyat. Maka, sumber daya alam tersebut harus dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat, bukan justru menjual atau menyerahkan pengelolaannya kepada swasta, baik asing maupun domestik. Alih-alih pemerintah berupaya meningkatkan peran BUMN dalam pengelolaan SDA, tapi justru sebaliknya. Lihatlah dalam sengketa antara Pertamina dan Exxon Mobil (perusahaan minyak Amerika Serikat) yang memperebutkan hal pengelolaan ladang minyak di Cepu, pemerintah justru memenangkan Exxon Mobil. Katanya, kita kekurangan minyak mentah, mengapa blok kaya minyak di Cepu justru diberikan kepada Exxon Mobil?

Selengkapnya bisa dilihat disini

Status

View Furqonuddin Ramdhani's profile on LinkedIn
Profil Facebook Furqon Ramdhani

Blog Stats

  • 63,257 hits

Flickr Photos

IMG_0003

IMG_0002

2009-06-24 23:25:07 +0700

open suse for power pc

open suse for power pc

More Photos
PageRank  Add to Google  KampungBlog.com -
 Kumpulan Blog-Blog
Indonesia

Spreadfirefox Affiliate Button