Ramdhani’s Blog

Catatan kecil pengalaman, pemikiran dan proses pembelajaran …

Bentar Lagi Kaya!!

leave a comment »

belajar postingSaya teringat status YM temen yang tulisannya “Bentar lagi kaya!” . Teman saya itu orangnya memang bussiness minded bgt dengan usia yg sedikit lebih tua dari saya(selisih 5 thn) dari konsultan ekonomi untuk usaha-usaha yang sedang berkembang, jualan software/hardware sampai terakhir ini saya denger-denger dia bikin usaha penyewaan truk.

Nah mungkin yang ada dipikiran kita adalah pertanyaan “emangnya dia miskin ?”. Nah parameter apa saja yang bisa kita pake untuk menyebut seseorang itu kaya atau miskin. Klo menurut BPS orang miskin tahun 2005 mencapai 35 juta orang lebih. Tahun 2006 meningkat menjadi 39,05 jt orang. Tapi jika dengan menggunakan standar kemiskinan Bank Dunia, yakni penghasilan kurang dari US$2 perkepala perhari, jumlah orang miskin di Indonesia adalah lebih dari 110 juta orang. Bahkan tidak sedikit orang harus makan nasi aking atau gaplek karena harga beras membubung tinggi (kasian bgt ya negara kita….)

Ok kembali topik yang pastinya temen saya itu penghasilannya diatas US$2 dan dia juga ga sampe makan gaplek, bahkan penghasilannya sekarang ini lebih besar dari saya yg masih pas-pasan.Jadi kesimpulannya jelas dia bukan orang miskin apalagi melarat. Oiya lupa ditambah lagi orangtuanya dari kalangan berada, kurang apa coba ?? Tapi herannya kok dia ga merasa kaya.

Klo parameter orang miskin jelas kita pake yg dari BPS atau Bank Dunia, klo parameter orang kaya gimana, mungkin kita bisa aja komentar “orang kaya mah yg punya mobil, punya rumah gedong dll”. Tapi apakah orang-orang yang menurut kita kaya merasa dirinya kaya?belum tentu juga kan. Saya teringat tulisannya Psikolog Mazhab Frankfurt Erich Fromm dalam bukunya the Art of Loving, dia menuliskan bahwa orang kaya bukanlah orang yang memiliki lebih banyak, tetapi adalah mereka yang memberi lebih banyak. Para penimbun harta yang selalu ketakutan akan kehilangan hartanya layak disebut sebagai orang miskin dan melarat meski dia memiliki harta yang terhitung jumlahnya. Sementara pribadi yang sanggup memberikan dirinya kepada orang lain layak disebut orang kaya. Jadi menurut Om Erich ini memberi sama artinya dengan menjadi kaya (klo dalam Islam uda ada tuh dari zaman baheula namanya shodaqoh).

Jadi kesimpulannya silakan anda simpulkan sendiri apakah anda sudah menjadi orang kaya apa belum?

Written by Ramdhani

April 13, 2007 pada 12:38 pm

Ditulis dalam Tak Berkategori

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: