Ramdhani’s Blog

Catatan kecil pengalaman, pemikiran dan proses pembelajaran …

Pesawat ku terbang tinggi ?

leave a comment »

Sekilas membaca berita ini jadi teringat tanggal 1 juni yang lalu ketika dalam perjalanan dalam jakarta – medan menggunakan maskapai GA bersama beberapa rekan kerja. Dalam cuaca yang cerah agak berawan dan sudah menempuh setengah perjalanan seluruh penumpang pesawat termasuk saya sendiri di kagetkan oleh suara speaker mbak-mbak pramugari karena harus mendarat darurat di Pekanbaru Riau, tetapi Alhamdulillah pendaratan yang dilakukan bukan karena kerusakan tetapi karena bandara polonia di tutup sementara. Penutupan tersebut di sebabkan oleh adanya pesawat batavia air yang mengalami pecah ban di tengah landasan sehingga tidak memungkinkan pesawat-pesawat lain untuk mendarat. Jadwal yang seharusnya jam 12 siang sudah sampai medan harus tertunda selama 6 jam dari jam 11.00 – 17.00 WIB.

terjebak di pekanbaru terjebak di pekanbaru2

gambar 1. mendarat di pekanbaru dan suasana bandara akibat tertunda nya beberapa penerbangan
Lagi-lagi terjadi kecelakaan pesawat, mengapa oh mengapa ? Dibawah ini saya lampirkan data tahun 2006 tingkat kecelakaan di dunia dari IATA.org yang paling banyak adalah CIS (negara bekas Uni Soviet).
Dari press release Making a Safe Industry Even Safer – tercantum bahwa hingga akhir tahun 2006 penerbangan udara adalah tetap menjadi moda transportasi dengan tingkat keselamatan tertinggi – dibanding moda transportasi lainnya. Dalam press release ini dicantumkan tingkat kecelakaan pesawat di dunia – yang angkanya 0.65 kecelakaan per sejuta penerbangan (didefinisikan sebagai hull loss per million departure). Dengan peningkatan volume penerbangan dunia yang bertumbuh 5-6% per tahun — IATA menargetkan penurunan tingkat kecelakaan hingga 0.49 kecelakaan per sejuta penerbangan pada tahun 2008. Indonesia masuk ke bagian asia pasifik.

Angka kecelakaan pesawat di dunia

gambar 2. Angka kecelakaan di dunia (iata.org)

sebagai seorang muslim saya diajari untuk bersikap tawakal – berserah diri kepada Allah swt, apalagi klo masalah urusan ajal walaupun kita bersembunyi di benteng yang kokoh sekalipun tidak akan lepas kita jika memang sudah waktunya tiba. Tetapi dalam tawakal itu sendiri kita juga di anjurkan untuk menyempurnakan ikhitiar kita. Ada sebuah hadits yang mungkin sering kita dengar :

Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw yang hendak meninggalkan untanya. Ia kemudian berkata, “Aku akan membiarkan untaku, lalu akan bertawakal kepada Allah.” Akan tetapi, Nabi saw bersabda kepadanya, “Ikatlah untamu dan bertawakallah kepada Allah.”

Hadits tersebut, pertama, mengajarkan kepada orang tersebut agar mengikat untanya; kedua, memberikan pemahaman kepadanya bahwa tawakal tidak berarti meninggalkan sebab-akibat; dan ketiga, memerintahkan supaya dia mengaitkan sebab dengan akibat seraya bertawakal.

Kembali ke masalah kecelakaan pesawat dan terkait dengan kaidah kausalitas,  pemerintah dalam hal ini sebagai regulator harus menyempurnakan ikhtiar dengan kontrol yang lebih ketat, lebih tegas dalam masalah keselamatan awak pesawat dan berikanlah sanksi yang jelas baik bagi perusahaan penerbangan sebagai operator maupun kepada penumpang sebagai pengguna jasa yang jelas-jelas membahayakan keselamatan (operasional maupun teknis kondisi pesawat). . Usaha pemerintah mencabut mencabut izin adam air perlu di apresiasi supaya menjadi shock therapy bagi operator penerbangan terutama yang mengincar segmen low-cost carrier , tidak bisa seenaknya menjadi operator cuma mikir untuk “ngejar setoran” tanpa pertimbangan  keselamatan penumpang. Dan tentunya penumpang juga harus bertanggung jawab dan mengikuti aturan-aturan yang ada demi keselamatan bersama.

Oya terakhir ada pengumuman dari BPS bahwa jumlah pengguna angkutan udara sepanjang bulan Maret 2007 berjumlah 2,3 Juta orang atau naik 41% dari jumlah penumpang bulan Februari 2007. Jadi bisa diasumsikan bahwa orang Indonesia nggak kapok naik pesawat walaupun sering kecelakaan hehe.

referensi :

1. iata.org

2. Angka kecelakaan pesawat di duniahttp://hotradero.multiply.com

3. kaidah kausalitas Memahami Hubungan Sebab-Akibat Dalam Realitas Kehidupan Muslim, Abdul Karim as-Saamiy; Darul Bayariq, Beirut; 1996.

Written by Ramdhani

Juni 19, 2008 pada 2:47 am

Ditulis dalam Open Mind, Opini, Travelling

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: