Ramdhani’s Blog

Catatan kecil pengalaman, pemikiran dan proses pembelajaran …

Virtualisasi dan efisiensi energi

with one comment

virtualisasi

Apakah anda sudah pernah menonton The Simpson movie, pasti anda familiar dengan EPA (Environmental Protection Agency), itulah yang disebut-sebut oleh kakeknya bart simpson ketika kerasukan dia mengatakan “EPA…EPA ….EPA…EPA ….EPA…” (sambil menggelepar-menggelepar di lantai) dan EPA pula yang mengurung kota Springfield dengan tabung kaca karena tercemarnya kota oleh limbah yang disebabkan oleh Homer. Silakan anda nonton jika ingin tahu cerita The simpson selengkapnya, karena saya tidak akan menceritakannya disini.
EPA merupakan badan pemerintah AS yang menangani berbagai isu terkait dengan perlindungan lingkungan hidup, termasuk riset dan pengawasan, promosi dan sosialisasi standar kualitas udara dan air, dan pengendalian penggunaan pestisida dan materi-materi berbahaya lainnya terhadap lingkungan.

Ada tulisan menarik dari majalah sda-asia tentang laporan dari EPA sbb:
“laporan dari Environmental Protection Agency (EPA) baru-baru ini membuktikan apa yang selama ini sedang menjadi perhatian para CIO (Chief Information Officer) dan pengelola TI di seluruh dunia. Laporan ini berkaitan dengan efisiensi energi untuk data center.
Di banyak perusahaan, data center memang mengkonsumsi daya terbesar. Tak heran bila kampanye TI hijau oleh berbagai vendor membuat perusahaan mengurangi konsumsi daya server hingga 30 %.
Masih menurut laporan EPA, konsumsi daya keseluruhan data center berkisar pada angka 1,5% dari total konsumsi daya di AS. Hal ini berpotensi untuk dilakukan penghematan biaya hingga USD4 miliar pada biaya listrik tahunan dengan menggunakan perangkat dan pengoperasian secara optimal.
Bila dilihat lebih jauh, sebenarnya terdapat dua tujuan mengurangi jumlah server, yaitu peningkatan efektivitas server dan pengurangan konsumsi daya. Dengan penambahan server, maka tidak hanya mempersulit pemantauan dan pengendaliannya, tapi juga menambah sumber daya yang dibutuhkan, termasuk daya dan ruang.
Virtualisasi ini memungkinkan peningkatan efisiensi konsumsi daya dan utilitas server. Pada akhirnya, hal ini akan mengurangi penggunaan server dan mengakibatkan berkurangnya kebutuhan daya, pendingin, ruang, dan efisiensi biaya operasional.
Efisiensi juga dapat dilakukan dengan menginventarisasi server yang ada dan benar-benar memahami apa yang penting untuk bisnis. Hal ini sangat krusial karena biasanya departemen TI menghadapi dilema bagaimana mengurangi jumlah server dengan tetap mengimbangi dukungan atas pertumbuhan kebutuhan perusahaan yang semakin cepat.
Selain itu, bekerja sama dengan pimpinan departemen, developer, pengguna aplikasi, dan departemen TI dapat dengan cepat menentukan server mana yang memungkinkan untuk dikurangi.
Biasanya, jumlah fisik server dapat dikurangi dengan melakukan virtualisasi. Dengan demikian, untuk 100 server akan terjadi pengurangan konsumsi listrik yang mencapai lebih dari 50 ribu watt.
Sebenarnya, proyek virtualisasi server diharapkan dapat meningkatan pengurangan server yang digunakan dengan rasio virtualisasi 250 server dalam 10 server fisik.
Berdasarkan data, biasanya sebuah rack pada data center mampu menampung 42U (1,75 inchi per U). Angka 27-30U ini dapat digunakan untuk server, sisanya untuk panel, kabel dan power. Dengan demikian, asumsi rasio daya adalah 4:1 untuk mendinginkan server.”[1]

Ada beberapa solusi virtualisasi yang pernah saya coba, antara lain :
1. vmware (windoz, linux , mac)
vmware merupakan aplikasi virtualisasi yang cukup populer dan sudah mendukung beberapa Sistem operasi windoz, linux dan mac osx. VMWare menyediakan emulasi perangkat keras pada sistem yang berjalan. Jadi sistem seperti diinstal pada suatu perangkat keras “buatan”.
2. Ms Virtual Server (windoz), dulu Ms Virtual PC tapi di alihkan pengembangannyan oleh MS versi terakhir Ms Virtual PC 2004 dan menjadi MS Virtual Server 2005 (awal). Untuk administrasi sistem bisa diakses melalui interface berbasis web, bahkan preview sistem lain (guest OS) bisa kita lihat melalui browser tapi tentu saja harus memakai browser IE untuk bisa digunakan maksimal.
3. Xen (linux)
Xen awalnya dikembangkan sebagai proyek riset oleh Cambridge [http://www.cl.cam.ac.uk/Research/SRG/netos/xen/] melalui pendanaan dari dana grant penelitian. Tetapi kini mendapat bantuan dari berbagai perusahaan seperti Intel, HP, Microsoft. Bahkan sekarang perusahaan seperti XenSource [http://www.xensource.com/] telah memberikan layanan komersial untuk penggunaan Xen ini. Xen ini telah disertakan pada berbagai distro seperti OpenSUSE dan Red Hat.
4. Parallels Desktop atau Paralells Server (mac)
Solusi virtualisasi di lingkungan Mac OSX yang menurut saya paling Ok dibandingkan vmware, di versi terbaru sudah mendukung 3D acceleration. Model virtualisasi sama seperti vmware tetapi Parallels ini sudah di maksimalkan untuk processor intel (dual core) dengan Mac OSX dan direkomendasikan oleh beberapa reseller dan pengguna mac yang saya kenal hehe.

Sebenarnya ada beberapa lagi solusi virtualisasi lainnya baik di lingkungan windoz, linux maupun mac osx tapi belum sempat saya explore lebih jauh, mungkin di tulisan berikutnya.

[1]. http://www.sda-indo.com

Written by Ramdhani

Juni 21, 2008 pada 7:16 pm

Ditulis dalam Teknologi Informasi

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://energi.infogue.com/virtualisasi_dan_efisiensi_energi

    infogue

    Juni 24, 2008 at 3:09 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: