Ramdhani’s Blog

Catatan kecil pengalaman, pemikiran dan proses pembelajaran …

Perantau yang Sukses

with 2 comments

Seorang sahabat pernah bercerita kepada saya seandainya sudah lulus dari kuliah dan bekerja dia akan mengirimkan gajinya ke orang tua nya di desa bahkan jika mencukupi dia juga akan menabung dan membeli tanah di desa nya hingga membangun sebuah rumah jikalau di hari tua nanti kembali ke kampung halaman dengan istri tercinta. Itulah tipikal seorang perantau yang sukses tidak lupa tujuan ia merantau, darimana ia berasal selalu rindu dan ber hasrat kembali ke kampung halaman.
Ada sebuah kisah menarik sebagai berikut :

Pada suatu kesempatan Sulaiman bin Abdul Malik seorang Khalifah dari Bani Umayyah memerlukan berkunjung ke Madinah untuk mencari jawaban yang memuaskan atas pertanyaan makna keberadaannya di bumi. Sesampai di Madinah, Khalifah berusaha mencari sahabat Rasulullah saw. yang masih hidup. Walaupun sudah tiga hari menyusuri kota Madinah tak seorangpun sahabat Nabi yang dapat ditemui kecuali seorang yang bernama Abu Hazm, seorang ulama Tabi’in. Kepadanya Khalifah Sulaiman mengajukan dua pertanyaan.
Pertanyaan pertama: “Mengapa kita begitu betah hidup di dunia yang penuh dengan cobaan dan ujian. Padahal nafas dan perubahan fisik manusia dari masa ke masa pada hakekatnya adalah langkah-langkah ajal menuju liang kubur?.” Abu Hazm menjawab: “Karena kita terlalu berminat membangun istana di dunia dan lupa membangun istana di akhirat.”
Khalifah mengajukan pertanyaan kedua: “Tebaklah nasibku di akhirat kelak.” Abu Hazm menjawab: “Bercerminlah pada Al Qur’an. Renungkanlah perintah-perintah (di dalamnya) yang telah baginda lakukan dan larangan-larangan yang telah baginda hindari, di sanalah nasib baginda akan terjawab”.

Apakah kita merupakan perantau yang sukses ? apakah kita sudah menyiapkan tabungan kita jikalau kita dipanggil kembali ke kampung halaman kita yaitu kampung akhirat ? apakah kita sudah menyiapkan istana di sana ? Itulah yang sedang saya coba jawab dan kita semua harus jawab mulai dari sekarang juga.

Written by Ramdhani

Agustus 17, 2008 pada 6:31 pm

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. di perantauan gak sukses di kampung halaman juga gak suses😀 Argh…

    Ya dinikmat-nikmatin (baca:pandai2 bersyukur lah) aza

    minanube

    Agustus 25, 2008 at 5:47 pm

  2. Saya perantau dalam pulau…. ^^ (Sby ===> Bandung)

    Sudah termasuk sukses kah saya? Hmmmm…..

    Asop

    Maret 19, 2009 at 9:57 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: