Ramdhani’s Blog

Catatan kecil pengalaman, pemikiran dan proses pembelajaran …

Archive for the ‘Opini’ Category

Cerita tentang Cinta part 1

with 5 comments

Tulisan  ini dilatarbelakangi oleh beberapa peristiwa yang terjadi dalam 2 bulan ini, antara lain dengan berlangsungnya pernikahan salah satu sahabat dekat ketika SMA yang  datang ke rumah tempat berteduh saya yang sudah tidak teduh lagi karena sudah banyak ditebangi. Pada minggu sore itu tanpa pemberitahuan sebelumnya sahabat saya ujug-ujug datang menyerahkan selembar undangan pernikahan yang akan di adakan pada akhir bulan desember 2008. Sesaat ada suatu perasaan yang aneh berkecamuk di benak ini gado-gado antara perasaan senang, sedih dan penasaran. Senang karena akhirnya sahabat saya itu telah menggenapkan separuh Dien nya, sedih karena merasa ditinggalkan dan penasaran siapa calon wanita yang malang  itu (haha klo ini bercanda sumpah deh) astaghfirullah maksudnya beruntung mendapatkan orang sebaik sahabat saya itu, bukankah orang baik itu bisa dilihat dari sahabat / teman nya bergaul maka otomotis dong … ehm2

Sebenarnya klo bicara tentang cinta mungkin sebagian dari kita ada juga yang merasa eneg  atau males karena sudah biasa mereka dengar sehari-hari dari tayangan TV, Sinetron, Lagu yang isinya cinta melulu .. (coba denger lagu efek rumah kaca). Saya ingat sekali waktu zaman masih muda(sekarang juga masih muda sih) dulu ketika masih di kampus biru ngayogyakarto baik ketika kuliah, pengajian, ataupun pas kongkow-kongkow topik yang paling membuat orang antusias adalah topik cinta.

Dan tahukah anda keyword apa yang paling banyak dicari/populer pada mesin pencarian no.1 di dunia  google.com (tahun 2007 & 2008)  tidak lain adalah kata Cinta  baca the most popular queries on google | what is love ? | the economist

Ya jikalau saja google sudah ada sejak awal manusia diciptakan mungkin arti kata cinta jugalah yang akan banyak dicari, sejarah dalam rentang waktu yang berbeda telah membuktikan banyaknya kisah pencarian akan arti cinta.

Padahal klo menurut teman saya cinta itu terlalu profan, abstrak , surealis untuk di definisikan. Cinta manunggaling dengan alam, kehidupan dan manusia. Berat bener kan, saya aja ga ngeh.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by Ramdhani

Januari 24, 2009 at 9:08 pm

PNS dan Martabak

with 2 comments

Akhir-akhir ini banyak teman maupun saudara saya mengikuti tes CPNS ada teman yang tes CPNS Solo, Magelang, Jogja, Jakarta dan Saudara saya sendiri mengikuti tes CPNS di Tangerang.  Saya cuma bisa mendoakan semoga tes nya lancar dan semuanya bisa diterima, dan kalaupun belum diterima semoga diberikan kesempatan lain yang lebih baik lagi. Ada cerita menarik mengenai tipikal PNS yang biasa kita dengar di negeri kita tercinta ini. Begini ceritanya….

Di sebuah komplek perumahan PNS tinggallah empat orang anak, sebut saja namanya Lalas Simalas, Eep Episien, Ran Aturan, dan Aam Amtenar.

Suatu hari, Ibu-ibu mereka sepakat untuk makan martabak. Karena itu setiap ibu menyuruh anaknya beli martabak dan membekali mereka masing-masing dengan uang Rp. 50.000,-.

Lalas dari awal sebenarnya tidak begitu selera dengan martabak. Dia lebih suka KFC atau McDi. Tapi karena didesak-desak ibunya, ketika sudah cukup malam akhirnya dia keluar juga, namun sayangnya semua penjual martabak sudah kehabisan. Akhirnya dia pulang dan mengembalikan uang Rp. 45.000. Dia hanya pakai Rp. 5000 untuk sekali naik ojeg pp.

Eep sudah tahu martabak special yang sangat enak di warung dekat pasar. Harganya Rp. 25.000. Ongkos ojeg ke sana pulang pergi Rp. 5000,- Eep memutuskan naik sepeda, beli martabak special, kemudian menyerahkan martabak special itu ke ibunya beserta uang kembalian Rp. 25.000,-

Ran Aturan tahu martabak special harganya cuma Rp. 25.000. Tapi daripada uangnya sisa banyak, dia gunakan sekalian untuk beli bakso dan es campur kesukaannya di warung sebelah martabak, sambil nunggu martabaknya jadi. Dia hanya minta agar bonnya disatukan dengan martabaknya. Pulang ke ibunya, dia serahkan martabak special dan uang kembalian Rp. 5000,- Katanya harga martabaknya Rp. 40.000. Kemudian di dapur dia berbagi bakso + es campurnya dengan adiknya.

Aam sebenarnya juga sudah tahu warung martabak special itu. Namun dia perlu pergi beberapa kali. Yang pertama katanya buat survei untuk membandingkan berbagai jenis martabak yang ada di pasar. Pulang laporan dulu. Lalu pergi lagi untuk memastikan spesifikasi dan harganya. Pulang laporan lagi. Baru ketiga kalinya dia pergi untuk membeli martabak itu. Kali ini ia minta ditemani adiknya. Dia bagian beli, adiknya bagian yang membawa. Masing-masing sewa ojeg sendiri. Total dia perlu sewa ojeg empat kali pp. Ketika dia pulang ke ibunya, dia hanya menyerahkan martabak biasa yang Rp. 10.000-an. Tidak ada uang kembalian karena tiap kali naik ojeg katanya habis Rp. 10.000.

Keempat anak itu tidak tahu, kalau ibu-ibu mereka sering ketemu dalam arisan. Jadi ibu-ibu itu tahu berapa harga martabak special atau tarif ojeg yang riel. Apa komentar ibu-ibu mereka?

Ibunya Lalas (bernada kesal): Anakku ini jika sudah punya prinsip, susah. Bakatnya jadi demonstran.

Ibunya Eep: Anakku gak bakat jadi birokrat, jadi PNS-pun sepertinya susah. Ntah mau jadi apa dia ?

Ibunya Ran: Anakku berbakat jadi birokrat. Dapat meraih target dan masih untung lagi.

Ibunya Aam: Oh Anakku lebih berbakat jadi birokrat. Daya serap anggarannya 100%!

Tiga puluh tahun kemudian:

Menteri Keuangan mengeluhkan daya serap APBN Kabupaten Anu yang bupatinya adalah Lalas. Sudah November, ada proyek infrastruktur di sana yang belum juga dimulai. Konon karena kemauan bupati yang aktivis suatu parpol ini berseberangan dengan DPRD yang didominasi parpol lain.

Eep jadi pengusaha sukses. Dia sempat menjadi salah satu pembayar pajak terbesar. Meskipun krisis ekonomi melanda, perusahaan Eep tetap bertahan karena efisien. Ketika ada Pilkada, Eep diminta maju oleh banyak orang sebagai calon independen, dan terpilih. Akhirnya Eep dikenal orang sebagai Bupati yang gigih melakukan reformasi birokrasi. Pemerintahannya bergaya enterpreneur, pelayanannya prima dan index pembangunan manusia di daerahnya meningkat pesat.

Ran juga menjadi bupati di suatu daerah, tetapi sepertinya index pembangunan manusia selama pemerintahannya masih seperti tiga puluh tahun yang lalu. Yang berubah cuma rumah Ran yang kini tampak megah, mobilnya yang mewah dan dan anak-anaknya yang bisa kuliah di Luar Negeri.

Aam jadi bupati juga, setelah sebelumnya lama jadi birokrat. Tetapi kemudian ia berurusan dengan KPK, karena selama jadi birokrat biasa memarkup anggaran, seakan-akan seisi dunia tutup mata.

(sumber cerita : http://famhar.multiply.com/journal/item/130/KISAH_MARTABAK_SPECIAL)

Written by Ramdhani

Desember 19, 2008 at 3:59 pm

Jakarta, Malam minggu menjelang proklamasi

leave a comment »

“Bada isya kulangkahkan kaki keluar dari kos ku di daerah jakarta pusat, riuh suasana anak-anak kecil bermain-main di sisi jalan menyambut  perayaan 17 agustus yang besok akan dilangsungkan. Di kepala mereka mungkin sudah terbayang serunya lomba-lomba yang akan mereka ikuti , banyaknya hadiah yang akan mereka dapatkan, tapi ah mereka masih anak-anak biarlah mereka merasakan masa kecil mereka dengan bahagia entah apakah mereka tahu bahwa sebenarnya kata merdeka itu bagi banyak orang masih sebatas fatamorgana di kala harga-harga membumbung tinggi ….

Kunaiki bis kota patas AC yang yang tidak ber AC jurusan Senen – Blok M dan sepi penumpang karena memang  sudah agak malam,”ke blok m bang !”ucapku sambil memberikan ongkos bis yang seharga 1 mangkok bakso bang kumis yang biasa mangkal di dekat rumah ku. Jalanan ibukota juga tidak terlalu padat beda seperti suasana jalanan hari-hari kerja yang macetnya bikin orang mabuk kepayang (baca:pusing).

Di  taman tugu proklamasi yang terletak di jalan proklamasi kulihat beberapa orang menyiapkan perlengkapan untuk upacara besok paginya, dan di dalam taman sendiri seperti malam-malam minggu lainnya banyak muda-mudi sedang upacara(n) tanpa bendara…huh… Menyusuri  jalan Diponegoro menuju Blok M dikiri kanan jalan yang notabene banyak kantor pemerintahan dan markas partai politik menghiasi diri dengan atribut merah putih dari bendera, umbul-umbul bahkan tong sampah pun di cat merah putih untuk mempersiapkan upacara keesokan paginya. Bahkan ku lihat ada beberapa kantor yang sudah membuat acara di malam ini, ada yang sebatas rapat, ada juga juga markas partai politik baru yang merupakan pecahan dari partai besar berlambang banteng mengadakan acara dangdutan dengan biduanita berpenampilan seronok.

Setelah 3 kali naik angkot yang berbeda untuk sampai rumah ku di daerah selatan jakarta akhirnya sampai juga di depan gang masuk menuju rumah ku, jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam kulihat beberapa meter dari rumah ku ramai terdengar suara film layar lebar yang ternyata bersumber dari “film layar tancap” yang diadakan masih dalam rangka menyambut kemerdekaan juga. Sesampainya dirumah segera kurebahkan badanku di gundukan kapuk empuk karena badan ini sudah babak belur dihajar angin malam jakarta……” ( Malam minggu 16 Agustus 2008 )

Indonesia kini genap 63 tahun. Usia yang patut disyukuri karena mencapai rata-rata harapan hidup orang Indonesia. Namun, masalahnya apakah Indonesia saat ini sudah benar-benar merdeka. Pertanyaan itu layak dilontarkan sebab selama 63 tahun Indonesia merdeka cita-cita kemerdekaan berupa terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera masih jauh dari kenyataan.

Kita teriak-teriak, “kita harus bangkit, kita harus mandiri, kita harus bisa bersaing dengan bangsa lain”. Atau kita gembar-gembor “merdeka merdeka!” Tapi, di saat yang sama kita menghamba pada Amerika. Amien Rais mengatakan demikian itu sebagai mental inlander. Lewat bukunya Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia, ia secara gamblang menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang mayoritas sudah dikuasai asing.

“Nasionalisme kita telah menjadi nasionalisme dangkal. Kita bela merah putih hanya dalam hal-hal yang bersifat simbolik, namun ketika kekayaan alam kita dikuras dan dijarah oleh korporasi asing, ketika sektor-sektor vital ekonomi seperti perbankan dan industri dikuasai asing, bahkan ketika kekuatan asing mendikte perundang-undangan serta keputusan-keputusan politik, kita diam membisu. Seolah kita sudah kehilangan harga dan martabat diri..”(Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia, Amien Rais)

Pengurasan kekayaan alam Indonesia dapat dilihat dengan intervensi terhadap produk hukum RI yang mengizinkan asing menguasai aset nasional nyaris tanpa batas. Simak, misalnya, pernyataan USAID (United States Agency for International Development) “USAID has been the primary bilateral donor working on energy sector reform“. Khusus mengenai penyusunan UU Migas, USAID secara terbuka menyatakan, “The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000” (http:www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-009.html).

Di bidang pertahanan-keamanan, kita diatur asing lewat program-program seperti IMET (dengan Amerika), DCA (Singapura), Densus 88 (AS), NAMRU 2 (AS). Proyek NAMRU 2, disebut Koordinator MER-C Dr Jose Rizal sebagai pangkalan militer AS di jantung Indonesia.

Asing juga menguasai bisnis mutiara, pelayaran, jasa perawatan, dan industri petrokimia. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan dari sekitar 20-an industri petrokimia di Indonesia hanya empat yang dimiliki oleh pengusaha lokal. “Dari 20-an perusahaan petrokimia, hanya empat yang dimiliki lokal. Selebihnya Filipina, Taiwan, dan Korea,” kata Menperin dalam seminar Indonesia Investor Forum 2 di Jakarta (Kapanlagi.com, 31 Mei 2007).

Sebagai bangsa yang berdaulat tentu kita tidak ingin terus menerus berada dalam cengkraman asing tersebut. Karena itu bagi bangsa yang terjajah seperti Indonesia ini hanya satu jalan yang layak diupayakan, yaitu membebaskan diri dari penjajahan itu sehingga diraihnya kemerdekaan hakiki.

Written by Ramdhani

Agustus 17, 2008 at 4:34 pm

21

with one comment

Bukan saya ga akan mengulas tentang bioskop “21” anda salah. Tapi film 21 (ga pake tanda “+”) yang baru saya nikmati seminggu yang lalu bioskop “6” alias di rumah saya yang bernomor 6. Kenapa saya tertarik menonton film ini adalah muatan keilmuan dan background akademis yang ada film ini walaupun cuma ditonjolkan sekilas lalu tapi lumayan keren dan mengguncang otak saya yang dangkal ini dalam ilmu matematika. Film ini di inspirasi dari kisah nyata 5 orang mahasiswa MIT. Kisah ini juga sudah dibukukan dan menjadi Best Seller di US sana.

Dikisahkan di kampus ilmu teknik tersohor di amerika, MIT (Massachusetts Institute of Technology) seorang dosen bernama mickey Rosa (kevin spacey) terpesona dengan kemampuan analisa salah satu mahasiswa, Ben Campbell(Jeff Sturgess) yang selalu mendapat nilai paling tinggi dikelasnya dan ternyata sedang berusaha banting tulang mendapatkan uang sebesar US$300.000 untuk biaya kuliahnya.

Rupanya hal itu membuka peluang bagi Rosa, secara diam-diam ia mengumpulkan beberapa murid terpilih dan membentuk tim untuk menganalisa teknik permainan blackjack secara matematis dan teknik membaca kartu. Singkat cerita dengan bermodalkan otak mereka tim mahasiswa MIT itu berhasil mendulang kemenangan di meja judi permainan Blackjack dan meraup uang sangat banyak. Alasan mengapa tim ini memilih permainan blackjack dikarenakan jika dimainkan dengan bendar, si pemain memiliki peluang sebesar 49% untuk mengalahkan bandar, terlebih lagi dengan teknik yang dikembangkan oleh tim, peluang tersebut naik menjadi antara 50% dan 53%, ya kurang lebih begitulah teorinya. Lengkapnya silakan nonton film nya.

Di film ini kita juga bisa melihat industri judi di amerika terutama demikian besar dan memberi pemasukan signifikan buat negara tersebut, berjuta-juta dolar bisa masuk dan keluar dalam tempo singkat Tahun 2004, pendapatan negara bagian Nevada (Las Vegas) mencatat rekor sebesar 10 triliun dolar hanya dari industri judi! (belum dari industri lainnya nih…) pendapatan perkapitanya adalah $22.060 sangat berbeda 480 derajat dengan negara-negara miskin dan negara berkembang seperti indonesia yang jauh lebih subur dan lebih kaya sumber daya alam pendapatan per kapitanya tahun 2007 naik 17% nenjadi USD 1946 atau sekitar Rp. 17,9 juta (kurs 9200) per tahun (detikfinance.com) , tanya kenapa ????

Dengan fakta diatas apakah kita lantas harus meniru dengan membuat tempat lokalisasi judi seperti yang pernah di usul kan oleh beberapa pejabat dan wakil rakyat beberapa waktu, apakah anda rela bahwa bangsa indonesia yang kita cintai ini di biaya oleh hasil dari industri judi ??? pokoknya saya ga relaaaaa …
Sebagai negara dengan mayoritas muslim dan dengan sumber daya alam yang melimpah tidak selayaknya mengandalkan judi sebagai sumber pemasukan dan menjadikannya legal.
Di tahun 1965 Presiden Soekarno pernah mengeluarkan Keppres No 113 Tahun 1965 yang menyatakan lotre buntut bersama musik ngak-ngik ngok merusak moral bangsa dan masuk dalam kategori subversi. Kereeen bo …
Pak Sutanto di awal menjabat sebagai Kapolri juga bertekad untuk memberantas judi walaupun belum maksimal ya tetap harus kita dukung upaya-upaya tersebut. Jadi menyambut indonesia yang katanya sudah “merdeka” ini say no to judi and narkoba ok, now let sing together …..

Judi (judi), menjanjikan kemenangan
Judi (judi), menjanjikan kekayaan
Bohong (bohong), kalaupun kau menang
Itu awal dari kekalahan
Bohong (bohong), kalaupun kau kaya
Itu awal dari kemiskinan

Judi (judi), meracuni kehidupan
Judi (judi), meracuni keimanan
Pasti (pasti), karena perjudian
Orang malas dibuai harapan
Pasti (pasti), karena perjudian
Perdukunan ramai menyesatkan

Yang beriman bisa jadi murtad, apalagi yang awam
Yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah
Yang kaya bisa jadi melarat, apalagi yang miskin
Yang senang bisa jadi sengsara, apalagi yang susah
Uang judi najis tiada berkah

Uang yang pas-pasan karuan buat makan (o, o)
Itu cara sehat ?tuk bisa bertahan
Uang yang pas-pasan karuan ditabungkan (o, o)
Itu cara sehat ?tuk jadi hartawan

Apa pun nama dan bentuk judi
Semuanya perbuatan keji
Apa pun nama dan bentuk judi
Jangan lakukan dan jauhi

(Judi , Rhoma Irama)

Written by Ramdhani

Agustus 15, 2008 at 12:00 am

Ditulis dalam Open Mind, Opini, Resensi Film

Tagged with , ,

ciputat dan angkot dalam ingatan

with 2 comments

zaman dulu kala

“Di suatu pagi yang cerah, sekali lagi dengan terpaksa aku diminta turun dari angkot dan harus berjalan sejauh 5 km menuju sekolah karena sopir angkot yang kutumpangi enggan mengantri di kemacetan yang memang sudah menjadi rutinitas di kawasan ciputat dan sudah terkenal di seantero jakarta raya. Tapi ternyata aku tidak sendiri di lintasan jalan becek ini ada beberapa orang berseragam putih abu-abu yang senasib denganku, kulangkahkan kaki dengan agak cepat dan sedikit agak zig zag untuk menghindari motor yang dengan seenaknya menggunakan jalur pejalan kaki untuk menghindari macet. Dari kejauhan kulihat ada orang yang berkerumun di depan gerbang sekolah seperti para groupies yang sedang menanti bintang rock idolanya tetapi dihalang-halangi oleh para bodyguard, tapi ternyata aku salah mereka adalah teman -temanku yang sudah terlambat dan tidak diperbolehkan masuk ke sekolah, termasuk juga diriku yang lebih telat dari mereka…sambil menyeka keringat beberapa kali ku umpat dalam hati tentang keadaan ciputat yang macet nya tidak kunjung di obati oleh pemerintah setempat arrgggggghhhh…” (memori putih abu-abu)

ciputat oh ciputat

zaman sekarang

Entah sejak kapan ritual macet di ciputat bermula, yang pasti sejak masih SD saya sudah terkena imbasnya yaitu sering telat masuk sekolah karena padepokan SD dan SMA saya terletak di Ciputat. Diperparah lagi jika saya telat bangun karena kesiangan, makin sempurna lah tragedi yang saya alami, udah bangun kesiangan, kena macet dan sampai di sekolah harus ber silaturahmi dengan guru BP…. sempurnaaa ( andra n d’backbone mode). Tapi saya ambil sisi positifnya yaitu setiap pagi jadi ada aktivitas olahraga yang teratur (jalan cepat bahkan lari kadang-kadang) dan kedua mengoptimalkan buku siswa yang diberikan oleh sekolah supaya tidak terlalu mubazir yang saya isi dengan beberapa catatan keterlambatan saya selama SMA, alasan telat ada beberapa kategori : macet, bangun kesiangan , banjir , uncategorized, dll.

Ciputat berada dipinggiran kota antara jakarta dan jawa barat , menurut pandangan saya ibarat selat bosphorus(turki) yang menjembatani antara asia (jawa barat) dan eropa (jakarta) CMIIW. Di ciputat ini secara tata kota cukup amburadul setelah tidak adanya terminal yang bisa menjadi tempat pemberhentian para pilot angkot menanti penumpang ditambah lagi dengan melubernya transaksi yang seharusnya di pasar menjadi bertransaksi di trotoar dan tepian jalan. Oiya hampir lupa untuk sampai ke sekolah SD dan SMA saya harus melewati beberapa rintangan yang saya sebut sebelumnya.

Tetapi akhir-akhir ini penghuni ciputat, yang sekolah di ciputat, yang melewati ciputat bisa tersenyum lega setelah fly over yang dibangun sudah selesai dan di uji cobakan beritanya bisa dilihat disini juga disana.

Coba bayangkan yang biasanya harus melewat ciputat selama 30-60 menit (jam sibuk) skarang hanya 5-10 menit melewati fly over wow keren, anda yang belum pernah merasakan lewat ciputat pada saat macet mungkin tidak bisa membayangkannya saya maklumi kok. Semoga ciputat tetap lancar dan nyaman.

Andai saja saya bisa kembali ke masa dulu, mungkin saya ga pernah terlambat ya…pasti anda yang membaca ini protes dan beranggapan ini hanyalah apologi keterlambatan saya  dan anda benar hehe..Tetapi bagaimanapun itu saya tetap bersyukur bisa merasakan hal tersebut yang mungkin tidak bisa dinikmati oleh setiap orang, ada ungkapan menarik “jika anda mencari sesuatu yang baik dari setiap peristiwa , anda akan menemukan sisi terbaik dari diri Anda sendiri”.

Written by Ramdhani

Juli 7, 2008 at 5:02 pm

Sofware as a service (SaaS) dan penerapannya di Indonesia

with one comment

saas-workday

Lagi baca-baca mengenai tren IT tahun 2008 nih, analisis gartner memprediksikan trend menuju green IT, trend yang mengacu kepada opini home user, software as a service (SaaS) dan printer 3D, semuanya termasuk dalam Top Ten yang pesat berkembang dalam tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.

software as a service (SaaS) , adalah suatu model penyampaian aplikasi perangkat lunak dimana aplikasi di simpan di sebuah hosting provider dan bisa diakses oleh pengguna melalui internet. Dengan menghapuskan kebutuhan untuk menginstall dan menjalankan aplikasi pada komputer pengguna, SaaS menghilangkan kerumitan dalam pemeliharaan software, operasional dan support.[1]

Analis Gartner, sebagaimana disebutkan dalam siaran pers-nya, juga melihat potensi pemangkasan biaya di sektor Software as a Service (SaaS) dan Service-Oriented Architectures (SOA). Mereka yakin bahwa pada tahun 2012, paling tidak sepertiga software aplikasi untuk perusahan akan dibeli dalam bentuk langganan layanan (service subscriptions) ketimbang sebagai produk berbasis lisensi. Dibandingkan model pembelian putus untuk lisensi, perusahan memilih model SaaS dengan pertimbangan biaya yang dikeluarkan setara dengan jumlah pemakaian.

Ada beberapa alasan mengapa tren ini sepertinya melambung di mana generasi software hosting sebelumnya gagal melakukan hal itu pada satu dekade sebelumnya. Alasan pertama, model rancangan dan distribusi software membuatnya lebih hidup dan tidak mahal untuk membagi satu aplikasi kepada ratusan perusahaan dengan memungkinkan lebih banyak contoh aplikasi agar berjalan dalam lingkungan biasa dan secara luas berimprovisasi pada model client/server lama. Kedua, biaya bandwidth tetap di bawah, membuat harganya terjangkau bagi perusahaan untuk menjamin tingkat konektivitas yang memungkinkan aplikasi online tampil secara elegan. Ketiga, banyak konsumen berhasrat melakukan migrasi karena mereka frustrasi dengan siklus tradisional pembelian lisensi software, pembayaran kontrak layanan, dan keharusan membayar upgrade (software maupun hardware).[5]

Software as a service menawarkan kepada pembeli TI beberapa keuntungan dibanding model lisensi tradisional. Daripada membeli lisensi per tempat set dan kontrak perawatan, konsumen enterprise tidak lama lagi akan menghadapi kenaikan biaya besar-besaran karena mereka dapat dengan mudah mendaftarkan diri untuk berlangganan. Menurut analisis McKinsey & Co, biaya kepemilikan biasanya lebih kecil, sekitar 30% lebih rendah untuk instalasi CRM biasa.

sumber: McKinsey Analysis annual reports

Berbicara penerapan konsep SaaS di Indonesia memang miris melihat kondisi layanan internet di Indonesia, selain masih terhitung mahal ditambah lagi dengan lambatnya koneksi menambah daftar masalah yang membuat konsep SaaS diterapkan secara maksimal. Tapi Akhir-akhir ini mulai berhembus angin segar (walaupun sedikit hehe) diawali dengan berita turunnya tarif seluler yang akan diikuti dengan turunnya tarif internet, bahkan telkom sudah mulai menggebrak dengan menaikkan kapasitas bandwidth yang dulu nya up to 384 kbps(downstream) menjadi 1 Mbps.

Problema dasar SAAS adalah sbb[2]:

  • Data availability: Data anda ada di situs ASP (Application Service Provider). Kalau ASP crash atau koneksi Internet hilang, tidak akses ke data. Argumentasi bahwa data seharusnya di backup di PC lokal sebenarnya suatu kontradiksi. Kalau data kita sudah ada di PC kita, buat apa kita upload lagi ke situs ASP.
  • Service availability: Kalau server2 milik ASP sedang kacau (crash), kita tidak bisa menggunakan software. Jadi buat apa menyewa software yang tidak bisa dipakai.
  • Security & Privacy: Kebanyakan ASP tidak memberikan jaminan kalau data anda hilang. Kalau data ini merupakan data korporat yang sensitif, bisa-bisa di curi oleh pihak lawan/kompetisi.

Beberapa pihak skeptis tetapi banyak juga yang mendukung implementasi SaaS. Memang untuk indonesia sendiri belum ada layanan SaaS yang bisa di ambil sebagai contoh (CMIIW) semisal Salesforce.com yang menyebutkan dirinya sebagai leader dalam implementasi SAAS. Saya pribadi juga masih penasaran dengan salesforce.com dengan beberapa isu-isu diatas mereka masih tetap exist sampai sekarang dan tidak menutup kemungkinan hingga beberapa tahun kedepan apalagi setelah perusahaan tsb mengeluarkan platform dan bahasa pengembangan sendiri, Apex Code. Ok guys masih berani implementasi SaaS ?

referensi:

1. http://en.wikipedia.org/wiki/Software_as_a_Service

2. http://hardjono.net/2007/08/28/software-as-a-service-saas-konsep-yang-masih-lemah/

3. http://www.mckinseyquarterly.com/Delivering_software_as_a_service_2006

4. http://www.gartner.com/it/page.jsp?id=593207

5. Software as a Service (SaaS), Sda-asia magazine

Written by Ramdhani

Juni 19, 2008 at 5:54 pm

Pesawat ku terbang tinggi ?

leave a comment »

Sekilas membaca berita ini jadi teringat tanggal 1 juni yang lalu ketika dalam perjalanan dalam jakarta – medan menggunakan maskapai GA bersama beberapa rekan kerja. Dalam cuaca yang cerah agak berawan dan sudah menempuh setengah perjalanan seluruh penumpang pesawat termasuk saya sendiri di kagetkan oleh suara speaker mbak-mbak pramugari karena harus mendarat darurat di Pekanbaru Riau, tetapi Alhamdulillah pendaratan yang dilakukan bukan karena kerusakan tetapi karena bandara polonia di tutup sementara. Penutupan tersebut di sebabkan oleh adanya pesawat batavia air yang mengalami pecah ban di tengah landasan sehingga tidak memungkinkan pesawat-pesawat lain untuk mendarat. Jadwal yang seharusnya jam 12 siang sudah sampai medan harus tertunda selama 6 jam dari jam 11.00 – 17.00 WIB.

terjebak di pekanbaru terjebak di pekanbaru2

gambar 1. mendarat di pekanbaru dan suasana bandara akibat tertunda nya beberapa penerbangan
Lagi-lagi terjadi kecelakaan pesawat, mengapa oh mengapa ? Dibawah ini saya lampirkan data tahun 2006 tingkat kecelakaan di dunia dari IATA.org yang paling banyak adalah CIS (negara bekas Uni Soviet).
Dari press release Making a Safe Industry Even Safer – tercantum bahwa hingga akhir tahun 2006 penerbangan udara adalah tetap menjadi moda transportasi dengan tingkat keselamatan tertinggi – dibanding moda transportasi lainnya. Dalam press release ini dicantumkan tingkat kecelakaan pesawat di dunia – yang angkanya 0.65 kecelakaan per sejuta penerbangan (didefinisikan sebagai hull loss per million departure). Dengan peningkatan volume penerbangan dunia yang bertumbuh 5-6% per tahun — IATA menargetkan penurunan tingkat kecelakaan hingga 0.49 kecelakaan per sejuta penerbangan pada tahun 2008. Indonesia masuk ke bagian asia pasifik.

Angka kecelakaan pesawat di dunia

gambar 2. Angka kecelakaan di dunia (iata.org)

sebagai seorang muslim saya diajari untuk bersikap tawakal – berserah diri kepada Allah swt, apalagi klo masalah urusan ajal walaupun kita bersembunyi di benteng yang kokoh sekalipun tidak akan lepas kita jika memang sudah waktunya tiba. Tetapi dalam tawakal itu sendiri kita juga di anjurkan untuk menyempurnakan ikhitiar kita. Ada sebuah hadits yang mungkin sering kita dengar :

Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw yang hendak meninggalkan untanya. Ia kemudian berkata, “Aku akan membiarkan untaku, lalu akan bertawakal kepada Allah.” Akan tetapi, Nabi saw bersabda kepadanya, “Ikatlah untamu dan bertawakallah kepada Allah.”

Hadits tersebut, pertama, mengajarkan kepada orang tersebut agar mengikat untanya; kedua, memberikan pemahaman kepadanya bahwa tawakal tidak berarti meninggalkan sebab-akibat; dan ketiga, memerintahkan supaya dia mengaitkan sebab dengan akibat seraya bertawakal.

Kembali ke masalah kecelakaan pesawat dan terkait dengan kaidah kausalitas,  pemerintah dalam hal ini sebagai regulator harus menyempurnakan ikhtiar dengan kontrol yang lebih ketat, lebih tegas dalam masalah keselamatan awak pesawat dan berikanlah sanksi yang jelas baik bagi perusahaan penerbangan sebagai operator maupun kepada penumpang sebagai pengguna jasa yang jelas-jelas membahayakan keselamatan (operasional maupun teknis kondisi pesawat). . Usaha pemerintah mencabut mencabut izin adam air perlu di apresiasi supaya menjadi shock therapy bagi operator penerbangan terutama yang mengincar segmen low-cost carrier , tidak bisa seenaknya menjadi operator cuma mikir untuk “ngejar setoran” tanpa pertimbangan  keselamatan penumpang. Dan tentunya penumpang juga harus bertanggung jawab dan mengikuti aturan-aturan yang ada demi keselamatan bersama.

Oya terakhir ada pengumuman dari BPS bahwa jumlah pengguna angkutan udara sepanjang bulan Maret 2007 berjumlah 2,3 Juta orang atau naik 41% dari jumlah penumpang bulan Februari 2007. Jadi bisa diasumsikan bahwa orang Indonesia nggak kapok naik pesawat walaupun sering kecelakaan hehe.

referensi :

1. iata.org

2. Angka kecelakaan pesawat di duniahttp://hotradero.multiply.com

3. kaidah kausalitas Memahami Hubungan Sebab-Akibat Dalam Realitas Kehidupan Muslim, Abdul Karim as-Saamiy; Darul Bayariq, Beirut; 1996.

Written by Ramdhani

Juni 19, 2008 at 2:47 am

Ditulis dalam Open Mind, Opini, Travelling

Tagged with , ,