Ramdhani’s Blog

Catatan kecil pengalaman, pemikiran dan proses pembelajaran …

Archive for the ‘Teknologi Informasi’ Category

Usabilitas : Shortcut Keyboard & Aplikasi Web

with one comment

Jadi teringat beberapa waktu yang lalu saat ngobrol-ngobrol santai sambil minum kopi mengenai masalah teknologi dengan beberapa teman yang bekerja di salah satu IT company di Jogja, salah satu topik pembicaraan adalah tentang web apps development.
Sebenarnya klo anda cari di web mesti sudah banyak yang meng komparasikan antara aplikasi web versus aplikasi desktop , ada yang memang objektif bahwa masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, tetapi ada juga yang bersifat sangat subjektif ( vendor scam ūüôā ) tidak lain biasanya sih dari vendor tertentu yang sudah mengembangkan aplikasi di platform tertentu (desktop misalnya) yang menganggap bahwa aplikasi web kurang pas untuk digunakan dilihat dari sisi kecepatan respon, interaktivitas , kecepatan entri data dsb.
Memang jika kita bicara aplikasi yang baik dari sudut pandang bisnis adalah mungkin semua sepakat bahwa aplikasi yang baik adalah yang bisa selaras dengan proses bisnis, bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas , apapun teknologinya. Tapi tulisan ini hanya mencoba memandang proses pengembangan  aplikasi web dari sisi usabilitas.
Dari pembicaraan mengenai web apps kita membandingkan proses entri data yang masif yang mungkin dihadapi user pada waktu yang singkat sehingga membutuhkan kecepatan dalam prosesnya, solusi yang biasa dihadirkan pada aplikasi desktop adalah dengan memberikan shortcut begitu juga dengan aplikasi text mode yang mengandalkan kecepatan proses entri dengan tombol shortcut (misal : F1,F2, Ctrl+S dll). Pertanyaannya apakah user experience seperti itu bisa juga di dapat pada  aplikasi web ?
Sekian lama saya menggunakan aplikasi web di bandingkan aplikasi desktop tradisional, pertimbangannya mungkin seperti banyak orang lainnya, saya mempunyai komputer di rumah dan komputer portable untuk pekerjaan sehari-hari; menyimpan informasi online lebih memudahkan kita untuk mengakses dari kedua lokasi tersebut, apalagi jika komputer yg satu Mac dan yang satu lagi PC. Saya tidak terlalu khawatir perlu tidaknya menyimpan file dalam  hard disk ataupun flashdisk. Saya menggunakan dropbox untuk menyimpan file-file, Flickr untuk menyimpan foto-foto dan sebagainya. Semua bisa di akses dari manapun dan kapanpun.
Seiring berjalannya waktu teknologi-teknologi baru bermunculan memungkinkan kita membuat aplikasi lebih rich dan aplikasi pada web lebih dinamis dan  interaktif.
Tentang  perkembangan mengenai masa depan aplikasi web bisa dilihat di future of web apps, banyak informasi yang bisa di ketahui di situs tsb jadi saya tidak perlu bercerita lebih banyak lagi. Intinya  sekarang segalanya serba online, dan bahkan sekarang Microsoft mulai sadar akan realita yang terjadi (Google Docs, Spreadsheet VS MS Office dsb). Dan yang saya tahu di jakarta dan daerah lain juga sudah menggunakan sistem online baik dari sistem penerimaan murid SMP/SMA, pada sistem kesehatan ada aplikasi web siknas online yang terkoneksi ke seluruh dinkes di indonesia, sistem pembuatan RAB di seluruh instansi dibawah pemda DKI sudah online menggunakan aplikasi web (CMIIW).
Bagaimanapun, ketika kita beralih dari aplikasi desktop, mungkin tidak banyak yang sadar salah satu kekurangan utama dari aplikasi web adalah miskinnya penyediaan alternatif shortcut keyboard pada aplikasi. Model aplikasi desktop sudah ada sekitar 20 tahun sampai saat ini. Saya masih ingat ketika belajar wordstar zaman dulu harus menggunakan Ctrl+K+B untu memblok di awal kalimat ataupun Ctrl+ S yang dipahami sebagai shortcut untuk menyimpan dalam sebagian besar aplikasi.
Shortcut pada keyboard ditemukan untuk menghemat waktu, maka itu dinamakan ‚Äúshortcut‚ÄĚ (jalan pintas). Shortcut juga berguna untuk tugas-tugas yang berulang supaya kita tidak perlu memindahkan tangan kita dari keyboard. Anda¬† juga mesti bisa membandingkan antara menggunakan shortcut dan menggunakan mouse untuk mengklik tombol misalnya dalam proses entri data manakah yang lebih cepat, mungkin sebagian kita berfikir tidak terlalu signifikan perbedaannya tapi coba bayangkan anda user yang sedang dihadapkan dengan 500 orang yang sedang mengantri harus di entri dan diselesaikan dalam waktu yg singkat juga.
Jika kita cari aplikasi web yang sudah menyertakan shortcut mungkin tidak banyak karena ada atau tidak adanya shortcut tidak berpengaruh signifikan, contohnya apakah saat mengakses facebook kita sangat butuh shortcut ? mungkin jawabannya saat ini tidak banyak yang membutuhkan. Tetapi ada juga aplikasi web yang menyertakan shortcut keyboard yang sangat membantu penggunaan aplikasi, beberapa  contohnya antara lain : Remember the Milk, Google Reader, Bloglines, dan Gmail.

Berikut adalah contoh penggunaan  shortcut pada aplikasi tersebut

Open an item:

* RTM – n/a
* Google Reader – o or <Enter>
* Bloglines – o
* Gmail – o or <Enter>

Select the next item in the list:

* RTM – j
* Google Reader – j
* Bloglines – j
* Gmail – j

Select the previous item in the list:

* RTM – k
* Google Reader – k
* Bloglines – k
* Gmail – k

M

* RTM – Toggle multi-edit mode on or off
* Google Reader – Mark as read/unread
* Bloglines – Collapse/expand left pane
* Gmail – Mute all future conversations

N

* RTM – Select none
* Google Reader – Scan down
* Bloglines – Keep as new
* Gmail – Next message

R

* RTM – Rename the selected item
* Google Reader – Refresh
* Bloglines – Refresh left pane
* Gmail – Reply

S

* RTM – Change the tags for the selected task
* Google Reader – Toggle star
* Bloglines – Next sub
* Gmail – Star a message or conversation

Yah jika kita lihat penggunaan shortcut di atas memang berbeda-beda tergantung fungsionalitas masing-masing aplikasi, yang jadi pertimbangan dalam memilih shortcut pada aplikasi web juga bagaimana memilih shortcut yang tidak konflik dengan shortcut yang ada bada browser maupun dengan OS , misalnya F1 akan membuka help pada windows.
Dalam pembuatan shortcut pada aplikasi web salah satu cara bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang ada pada bahasa javascript  digabungkan dengan pendekatan ajax. Mungkin ada yang tahu alternatif lainnya ?

ps : coba cek di http://mashable.com/2007/06/29/keyboard-shortcuts/ untuk melihat daftar shortcut untuk aplikasi-aplikasi web yang ada sekarang ini. Bagi anda web developer bisa lihat http://www.openjs.com/scripts/events/keyboard_shortcuts/v1.php

Iklan

Written by Ramdhani

Februari 25, 2009 at 10:46 am

Algoritma metaphone dan antimetaphone

with one comment

Iseng-iseng menelusuri file-file lama pada masa-masa kuliah, saya menemukan file lama mengenai oprek-oprekan ilmiah saya mengenai metode pencarian nama dengan menggunakan algoritma metaphone dan antimetaphone berbahasa indonesia. algoritm fonetik pada beberapa bahasa pemrograman sudah di implementasikan secara langsung sebagai method, seperti pada PHP yang memiliki fungsi soundex() dan metaphone(), tapi masih menggunakan acuan ejaan dalam bahasa inggris, maka dari itu perlunya memodifikasi dalam ejaan bahasa indonesia karena memang memiliki perbedaan karakter ditambah lagi adanya ejaan lama dan ejaan baru dalam perbendaharaan bahasa indonesia.

Metaphone

Algoritma Metaphone dapat diterapkan pada berbagai bahasa di dunia dalam pencarian data tertentu.  Karena setiap bahasa di dunia dalam pengucapannya memiliki cara yang berbeda, sehingga algoritma dimodifikasi sesuai dengan karakteristik bahasa yang digunakan. Pada bahasa-bahasa tertentu, pengucapan kadang-kadang mempunyai kesamaan dalam hal pengucapan.
Selain bahasa Inggris, algoritma ini telah diadopsi pula dalam bahasa Spanyol, Jerman dan Perancis.
Dalam bahasa Indonesia Algoritma Metaphone bertujuan untuk mencari kata-kata yang memiliki kemiripan bunyi baik dalam bahasa Indonesia sendiri maupun pendekatan dalam bahasa Inggris, seperti kata-kata ilmiah dalam bahasa Indonesia masih banyak yang disadur dari bahasa Inggris, seperti contoh  dibawah ini :
Mikro
Micro
Makro
Macro

Pada contoh kata di atas apabila mencari data tentang mikro, maka akan keluar data mikro dan micro. Hal terjadi karena adanya kemiripan dalam pengucapan kata mikro. Cara kerja Metaphone yaitu kalimat diubah menjadi sebuah kode terlebih dahulu, kemudian apabila ada kemiripan dalam pengucapan maka data akan yang dicari akan ditampilkan.  Pada tahun 1990-an, Lawrence Philips mengembangkan yang disebut dengan Algoritma Metaphone. Tujuan dari algoritma ini adalah mencari kata-kata yang memiliki persamaan bunyi. Setiap kata akan memiliki kode tertentu jika melalui algoritma metaphone, Sehingga metaphone tidak mencari kata dasar.  Kata-kata yang bunyinya sama akan memiliki kode yang sama pula.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ramdhani

Januari 11, 2009 at 7:25 am

Replikasi Database di MySQL

with 5 comments

replikasi database

Tulisan ini merupakan dokumentasi sekaligus sebagai reminder  saya dalam melakukan set up replikasi database di MySQL. Sebenarnya set up untuk model replikasi Master-Slave ini ngga terlalu rumit kok. Replikasi pada MySQL memungkinkan kita untuk memiliki copy database dari server utama (master) ke server lainnya/cadangan (slave), dan semua update/perubahan yang terjadi pada server utama akan otomatis secara langsung di replikasi pada server slave. Replikasi berguna jika terjadi kerusakan pada server utama maka effort untuk segera membuat server kembali Up lebih minimal sambil menunggu server utama di perbaiki.

Pada kasus  ini saya melakukan replikasi pada 2 buah server yang di dalamnya terinstall OpenSuse. Server Utama adalah IBM Power PC Intellistation 185 dengan OS Linux Open Suse 11 (for Power PC) dan Server kedua adalah HP ML 350 G4 dengan OS Linux Open Suse 10.2. Secara umum konfigurasinya hampir sama dengan distro lainnya, hanya perbedaan di path saja saya pikir. OK lets get it on.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ramdhani

Desember 21, 2008 at 1:09 pm

Update Huawei E220 dan Telkomsel Flash Unlimited !

with 62 comments

huawei e220 original

huawei e220 original

Dua hari belakangan ini saya di buat resah dikarenakan huawei E220 ( bukan bawaan dari telkomsel) yang saya coba update dengan menggunakan firmware terbaru ternyata gagal dan error di tengah proses, akibatnya huawei tidak dikenali oleh komputer baik PC maupun Mac, otomatis aktivitas saya di dunia maya terganggu dan terpaksa menggunakan perangkat cadangan darurat yaitu HP saya satu-satunya sebagai modem hiks … .

Setelah ditelusuri ternyata kesalahan saya sendiri karena meng update firmware di windows (update firmware hanya bisa di windows) tetapi dari windows XP yang terinstall di Mac OSX via Paralells Desktop, saya menduga karena transfer data saat update antara windows dan huawei via Paralles kurang maksimal jadi mengganggu proses update.

Setelah saya berkonsultasi dengan om gugel dan mencoba kembali di PC yang lain (harus sudah ter instal driver Huawei e220) dan saya lakukan proses update ternyata ngga ada masalah dan sukses (akhirnya huh..).

Update firmware Huawei E220 saya lakukan supaya mengupgrade kinerja modem dan bisa support 7.2 Mbps dan jika kita mengambil update firmware tersebut dari situs telkomsel tampilan aplikasi kita berubah dengan tambahan logo Telkom Flash di dalamnya dan sudah dikonfigurasi dengan menggunakan parameter-parameter setting TELKOMSELFlash. Dan enak nya lagi ketika saya colokkan ke macbook (Mac OSX 10.3.9 keatas) langsung autorun dan terdapat paket instalasi kereeen, ngga kaya sebelumnya harus cari-cari driver nya dulu dan belum tentu langsung konek pusing banget kan. Selain itu modem Huawei E220 juga lebih dingin dibandingkan sebelumnya walaupun digunakan seharian.

Untuk keterangan lengkap update atau konfigurasi modem beserta update software nya bisa dilihat di situs resmi telkomsel

http://www.telkomsel.com/web/device_and_setting

Tampilan aplikasi huawei di windows XP setelah di update dengan firmware dari telkomsel


Screen shot dari Mac OSX

Baca entri selengkapnya »

Written by Ramdhani

Agustus 9, 2008 at 5:02 pm

Review Telkomsel Flash paket unlimited

with 7 comments

Merujuk ke tulisan sebelumya mengenai review layanan internet wireless unlimited 100-500 setelah menunggu beberapa minggu mulai dari proses pendaftaran, survey dan aktivasi akhirnya kartu telkomsel unlimited saya bisa juga digunakan, sejauh ini tidak ada masalah konektivitas saya bisa terhubung lewat modem huawei E220 ataupun  HP SE W850i via bluetooth. Koneksi juga lancar belum ada kejadian putus-putus atau susah konek yang di khawatirkan sebelumnya. Mungkin yang jadi masalah ketika hanya mendapatkan sinyal gprs yang notabene lebih lambat dibanding mode 3G/HSDPA. Paket yang saya ambil adalah paket advance (up to 512kbps).

Berikut ini tampilan test kecepatan (speedtest.net) yang saya coba dengan lokasi tes di daerah salemba jakarta dan menggunakan paket advance:

server jakarta

tes server jakarta kok malah lebih lambat ya ? hmm

server US

Yah akhirnya sekarang bisa sedikit lega karena sebelumnya saya pakai Matrix Indosat3G tarif promo yang walaupun murah tapi berlaku kuota 1,5GB diatas itu kena charge tambahan. Semoga lancar dan tidak  banyak masalah seperti yang banyak dikeluhkan. Untuk review layanan internet wireless alternatif lainnya bisa dilihat disini.

Written by Ramdhani

Agustus 8, 2008 at 11:43 am

Dynamic DNS

leave a comment »

Jika anda ingin membuat server sendiri yang bisa diakses secara online tetapi  tidak memiliki IP statis melainkan IP dinamis dimana alamat IP selalu berubah-ubah, contohnya jika menggunakan paket speedy personal , telkomnet instan ataupun paket layanan ISP lain yang tidak memberikan IP statis. Itu semua bukan masalah karena ada layanan yang namanya dynamic dns (dyndns.com). Dibentuk pada tahun 1998 dynamic dns ini memiliki paket layanan gratis dan paket layanan berbayar, bedanya pada paket yang gratis kita harus register ulang setiap 3 bulan nya dan memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu.

Saya pribadi menggunakan layanan ini supaya bisa melakukan administrasi sistem secara remote server linux menggunakan ssh.

Tetap terhubung dengan DNS

DNS dibuat untuk memudahkan penggunaan internet. Sebelum ada DNS (Domain Name System), komputer yang terhubung ke internet hanya bisa di akses lewat alamat komputer tersebut, yang kita kenal sebagai alamat IP (Internet Protocol), misal 202.165.47.58 dsb. Para pioner internet membuat sistem yang disebut DNS yang memungkinkan kita mengakses nama seperti “www.keren.com” menggantikan alamat IP ( misal : 202.165.47.58 ) yang hanya terdiri dari angka-angka tersebut. Proses translasi ini terjadi secara otomatis. Bisa juga di analogikan seperti buku telepon. Lebih mudah mana mengingat nama http://www.keren.com dibanding mengingat alamat IP 202.165.47.58.¬† you got the point right …

DNS Inc membuat layanan dengan nama “DynDns” yang memberikan layanan dynamic dns karena beberapa pengguna internet hanya memiliki alamat IP yang berubah secara dinamis. DynDNS ini membuat mekanisme yang memungkinkan user untuk meng update alamat IP yang berubah-ubah tersebut secara otomatis dan di asosiasikan dengan dengan hostname yang di sediakan oleh DNS inc (misal: kerenbanget.dyndns.org), jadi user bisa memberikan/membuat server pribadi dari komputer nya dan bisa diakses secara online. Beberapa hostname yang disediakan antara lain :

– *.dyndns.org

– *.homelinux.org

– *.homeip.net

– *.is-a-geek.org

– *.kicks-ass.net

dan lain-lain

Atau pun kita bisa juga mengupgrade nya supaya bisa punya nama domain sendiri.

Ada juga beberapa produk lainnya yang memberikan layanan dynamic dns secara gratis seperti zoneedit.com,dynip.com,no-ip.com dsb. Selamat mencoba.

Written by Ramdhani

Agustus 5, 2008 at 6:38 am

Iphone 2.0 SDK final available !

leave a comment »

Tanggal 11 Juli 2008 kemarin apple merilis Iphone 3G di 22 negara  US, Kanada, Australia, Jerman , Jepang dan lainnya (indonesia ga masuk nih) bersamaan dengan itu apple juga merilis iphone 2.0 SDK versi final yang berguna bagi para pengembang membuat aplikasi pada iphone menjadi lebih mudah. Untuk mendownload aplikasinya silakan berkunjung ke situs ADC iphone , ukuran file SDK nya  kurang lebih sebesar 1,25 GB.

Setelah beberapa saat lalu mencoba dashcode yang dirilis bersamaan dengan Mac OSX leopard akhirnya apple merilis juga versi final SDK iphone. Pada SDK ini juga disertakan Xcode versi terbaru 3.1 (sebelumnya Xcode 3.0) dan versi terbaru dashcode yang telah mendukung pembuatan aplikasi pada iphone. Dashcode untuk iphone menyediakan 5 template yaitu : Custom, Browser, Utility, RSS dan Podcast.

gambar 1. template aplikasi

gambar 2. editor aplikasi iphone

gambar 3. simulator aplikasi iphone

gambar 4. simulator aplikasi iphone dengan posisi horizontal

Jadi bagi anda yang sudah tidak sabar ingin mencoba-coba membuat aplikasi pada iphone ayo download sekarang juga. Sambil kita menunggu kepastian iphone secara resmi di pasarkan di indonesia dan operator mana yang akan menjadi mitra apple .

Written by Ramdhani

Juli 13, 2008 at 3:59 pm