Ramdhani’s Blog

Catatan kecil pengalaman, pemikiran dan proses pembelajaran …

Posts Tagged ‘coretan buku biru

Cerita tentang Cinta part 1

with 5 comments

Tulisan  ini dilatarbelakangi oleh beberapa peristiwa yang terjadi dalam 2 bulan ini, antara lain dengan berlangsungnya pernikahan salah satu sahabat dekat ketika SMA yang  datang ke rumah tempat berteduh saya yang sudah tidak teduh lagi karena sudah banyak ditebangi. Pada minggu sore itu tanpa pemberitahuan sebelumnya sahabat saya ujug-ujug datang menyerahkan selembar undangan pernikahan yang akan di adakan pada akhir bulan desember 2008. Sesaat ada suatu perasaan yang aneh berkecamuk di benak ini gado-gado antara perasaan senang, sedih dan penasaran. Senang karena akhirnya sahabat saya itu telah menggenapkan separuh Dien nya, sedih karena merasa ditinggalkan dan penasaran siapa calon wanita yang malang  itu (haha klo ini bercanda sumpah deh) astaghfirullah maksudnya beruntung mendapatkan orang sebaik sahabat saya itu, bukankah orang baik itu bisa dilihat dari sahabat / teman nya bergaul maka otomotis dong … ehm2

Sebenarnya klo bicara tentang cinta mungkin sebagian dari kita ada juga yang merasa eneg  atau males karena sudah biasa mereka dengar sehari-hari dari tayangan TV, Sinetron, Lagu yang isinya cinta melulu .. (coba denger lagu efek rumah kaca). Saya ingat sekali waktu zaman masih muda(sekarang juga masih muda sih) dulu ketika masih di kampus biru ngayogyakarto baik ketika kuliah, pengajian, ataupun pas kongkow-kongkow topik yang paling membuat orang antusias adalah topik cinta.

Dan tahukah anda keyword apa yang paling banyak dicari/populer pada mesin pencarian no.1 di dunia  google.com (tahun 2007 & 2008)  tidak lain adalah kata Cinta  baca the most popular queries on google | what is love ? | the economist

Ya jikalau saja google sudah ada sejak awal manusia diciptakan mungkin arti kata cinta jugalah yang akan banyak dicari, sejarah dalam rentang waktu yang berbeda telah membuktikan banyaknya kisah pencarian akan arti cinta.

Padahal klo menurut teman saya cinta itu terlalu profan, abstrak , surealis untuk di definisikan. Cinta manunggaling dengan alam, kehidupan dan manusia. Berat bener kan, saya aja ga ngeh.

Baca entri selengkapnya »

Written by Ramdhani

Januari 24, 2009 at 9:08 pm

PNS dan Martabak

with 2 comments

Akhir-akhir ini banyak teman maupun saudara saya mengikuti tes CPNS ada teman yang tes CPNS Solo, Magelang, Jogja, Jakarta dan Saudara saya sendiri mengikuti tes CPNS di Tangerang.  Saya cuma bisa mendoakan semoga tes nya lancar dan semuanya bisa diterima, dan kalaupun belum diterima semoga diberikan kesempatan lain yang lebih baik lagi. Ada cerita menarik mengenai tipikal PNS yang biasa kita dengar di negeri kita tercinta ini. Begini ceritanya….

Di sebuah komplek perumahan PNS tinggallah empat orang anak, sebut saja namanya Lalas Simalas, Eep Episien, Ran Aturan, dan Aam Amtenar.

Suatu hari, Ibu-ibu mereka sepakat untuk makan martabak. Karena itu setiap ibu menyuruh anaknya beli martabak dan membekali mereka masing-masing dengan uang Rp. 50.000,-.

Lalas dari awal sebenarnya tidak begitu selera dengan martabak. Dia lebih suka KFC atau McDi. Tapi karena didesak-desak ibunya, ketika sudah cukup malam akhirnya dia keluar juga, namun sayangnya semua penjual martabak sudah kehabisan. Akhirnya dia pulang dan mengembalikan uang Rp. 45.000. Dia hanya pakai Rp. 5000 untuk sekali naik ojeg pp.

Eep sudah tahu martabak special yang sangat enak di warung dekat pasar. Harganya Rp. 25.000. Ongkos ojeg ke sana pulang pergi Rp. 5000,- Eep memutuskan naik sepeda, beli martabak special, kemudian menyerahkan martabak special itu ke ibunya beserta uang kembalian Rp. 25.000,-

Ran Aturan tahu martabak special harganya cuma Rp. 25.000. Tapi daripada uangnya sisa banyak, dia gunakan sekalian untuk beli bakso dan es campur kesukaannya di warung sebelah martabak, sambil nunggu martabaknya jadi. Dia hanya minta agar bonnya disatukan dengan martabaknya. Pulang ke ibunya, dia serahkan martabak special dan uang kembalian Rp. 5000,- Katanya harga martabaknya Rp. 40.000. Kemudian di dapur dia berbagi bakso + es campurnya dengan adiknya.

Aam sebenarnya juga sudah tahu warung martabak special itu. Namun dia perlu pergi beberapa kali. Yang pertama katanya buat survei untuk membandingkan berbagai jenis martabak yang ada di pasar. Pulang laporan dulu. Lalu pergi lagi untuk memastikan spesifikasi dan harganya. Pulang laporan lagi. Baru ketiga kalinya dia pergi untuk membeli martabak itu. Kali ini ia minta ditemani adiknya. Dia bagian beli, adiknya bagian yang membawa. Masing-masing sewa ojeg sendiri. Total dia perlu sewa ojeg empat kali pp. Ketika dia pulang ke ibunya, dia hanya menyerahkan martabak biasa yang Rp. 10.000-an. Tidak ada uang kembalian karena tiap kali naik ojeg katanya habis Rp. 10.000.

Keempat anak itu tidak tahu, kalau ibu-ibu mereka sering ketemu dalam arisan. Jadi ibu-ibu itu tahu berapa harga martabak special atau tarif ojeg yang riel. Apa komentar ibu-ibu mereka?

Ibunya Lalas (bernada kesal): Anakku ini jika sudah punya prinsip, susah. Bakatnya jadi demonstran.

Ibunya Eep: Anakku gak bakat jadi birokrat, jadi PNS-pun sepertinya susah. Ntah mau jadi apa dia ?

Ibunya Ran: Anakku berbakat jadi birokrat. Dapat meraih target dan masih untung lagi.

Ibunya Aam: Oh Anakku lebih berbakat jadi birokrat. Daya serap anggarannya 100%!

Tiga puluh tahun kemudian:

Menteri Keuangan mengeluhkan daya serap APBN Kabupaten Anu yang bupatinya adalah Lalas. Sudah November, ada proyek infrastruktur di sana yang belum juga dimulai. Konon karena kemauan bupati yang aktivis suatu parpol ini berseberangan dengan DPRD yang didominasi parpol lain.

Eep jadi pengusaha sukses. Dia sempat menjadi salah satu pembayar pajak terbesar. Meskipun krisis ekonomi melanda, perusahaan Eep tetap bertahan karena efisien. Ketika ada Pilkada, Eep diminta maju oleh banyak orang sebagai calon independen, dan terpilih. Akhirnya Eep dikenal orang sebagai Bupati yang gigih melakukan reformasi birokrasi. Pemerintahannya bergaya enterpreneur, pelayanannya prima dan index pembangunan manusia di daerahnya meningkat pesat.

Ran juga menjadi bupati di suatu daerah, tetapi sepertinya index pembangunan manusia selama pemerintahannya masih seperti tiga puluh tahun yang lalu. Yang berubah cuma rumah Ran yang kini tampak megah, mobilnya yang mewah dan dan anak-anaknya yang bisa kuliah di Luar Negeri.

Aam jadi bupati juga, setelah sebelumnya lama jadi birokrat. Tetapi kemudian ia berurusan dengan KPK, karena selama jadi birokrat biasa memarkup anggaran, seakan-akan seisi dunia tutup mata.

(sumber cerita : http://famhar.multiply.com/journal/item/130/KISAH_MARTABAK_SPECIAL)

Written by Ramdhani

Desember 19, 2008 at 3:59 pm

Bulan yang di Rindukan

with 3 comments

—Aku Kangen Kamu—

Cintaku..
Kapan kamu datang?
Sekarang aku bagai layang-layang
Terombang-ambing di langit terang
Dan hatiku jadi tak menentu, sayang..

Duhai pembangkit gairah cinta
Ku ingin kembali merajut kisah dan cerita
Berbagi rasa berbagi tawa
Tuk menguntai jalinan asa
Agar tercapai mimpiku menjadi mutiara

Oh penawar rindu
Bilakah kamu di sisiku?
Membalur pijar hangatmu di ronggaku
Dan berdendang dalam alunan lagumu

Teruntuk Ramadhanku..
Aku kangen kamu

(RebeLiNa RevoLusioNeRita)

Beberapa hari yang lalu seorang teman mem Buzz pada saat aku sedang bermesraan dengan komputer portabel putih yang mulai menguning ini, dan memberikan pesan singkat untuk menyambut bulan ramadhan yang akan segera datang kurang lebih 1 minggu lagi. …

SELAMAT MENYAMBUT BULAN PUASA 1429 H… Assalamu laikum…mari kita Senantiasa Setting NIAT,Upgrade IMAN,Download SABAR, Delete DOSA, Approve MAAF & Hunting PAHALA, …Agar Kita Getting GUEST LIST Masuk SURGA-Nya. Pulang ke kampung SURGA Yuuukkk!!!! Pakai Mobil JIHAD yang Berbahan Bakar ISTIQOMAH,Dengan Sopir KEIKHLASAN,Lewat Jalan IMAN,,eettt Jangan Lupa bawa Peta QUR”AN & SUNNAH,juga Bekal TAQWA…..Semoga Qta ketemu disana.Kini Ramadhan akan tiba Sebelas hari lagi, dengan kerendahan hati maafkanlah segala kesalahan. MARHABAN YA RAMADHAN. “Allahumma Bariklana fi Rajaba wa Sya’bana Wa Balligna Ramadhan” Selamat mempersiapkan diri tuk smbut ibadah puasa 1429 H. Mari kita kuatkan Iman, bersama menyongsong Bulan penuh Rahmah, Maghfirah dan Berkah.

Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan ” “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri; * Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat. Oleh itu SAYA TERLEBIH DAHULU MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja , semoga kita dapat menjalani ibadah puasa pada tahun ini dengan lancar..

Entah kenapa serasa waktu berjalan begitu cepat, masih tersimpan dalam inbox HP ini ucapan menyambut ramadhan dan ucapan hari idul fitri yang belum sempat ku hapus.
Sebenarnya aku takut dengan bulan ramadhan , takut menyia-nyiakan bulan ramadhan dengan aktivitas yang sia-sia, takut jika amal ibadah pada bulan ramadhan tidak diterima, takut di bulan ramadhan masih melakukan maksiat.
Tapi aku juga rindu ramadhan .. aku rindu….
Buat teman teman yang dekat maupun yang berada nun jauh disana mohon di maafkan segala kesalahan. Semoga kita di bulan Ramadhan kali ini lebih baik lagi dari bulan-bulan ramadhan sebelumnya.

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، واَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللِّسَانِ وَغَضِّ الْبَصَرِ، وَلاَ تَجْعَلْ حَظَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَش

“ALLOHUMMA BARIKLANA FI RAJABA WA SYA’BAN WA BALLIGHNA RAMADHAN”

Ya Allah,berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami ke bulan
Ramadhan. Bantulah kami untuk melaksanakan puasa, melakukan shalat malam,menjaga
lisan dan memelihara pandangan; dan jangan jadikan puasa kami hanya sekedar lapar.

Written by Ramdhani

Agustus 23, 2008 at 9:07 am

Perantau yang Sukses

with 2 comments

Seorang sahabat pernah bercerita kepada saya seandainya sudah lulus dari kuliah dan bekerja dia akan mengirimkan gajinya ke orang tua nya di desa bahkan jika mencukupi dia juga akan menabung dan membeli tanah di desa nya hingga membangun sebuah rumah jikalau di hari tua nanti kembali ke kampung halaman dengan istri tercinta. Itulah tipikal seorang perantau yang sukses tidak lupa tujuan ia merantau, darimana ia berasal selalu rindu dan ber hasrat kembali ke kampung halaman.
Ada sebuah kisah menarik sebagai berikut :

Pada suatu kesempatan Sulaiman bin Abdul Malik seorang Khalifah dari Bani Umayyah memerlukan berkunjung ke Madinah untuk mencari jawaban yang memuaskan atas pertanyaan makna keberadaannya di bumi. Sesampai di Madinah, Khalifah berusaha mencari sahabat Rasulullah saw. yang masih hidup. Walaupun sudah tiga hari menyusuri kota Madinah tak seorangpun sahabat Nabi yang dapat ditemui kecuali seorang yang bernama Abu Hazm, seorang ulama Tabi’in. Kepadanya Khalifah Sulaiman mengajukan dua pertanyaan.
Pertanyaan pertama: “Mengapa kita begitu betah hidup di dunia yang penuh dengan cobaan dan ujian. Padahal nafas dan perubahan fisik manusia dari masa ke masa pada hakekatnya adalah langkah-langkah ajal menuju liang kubur?.” Abu Hazm menjawab: “Karena kita terlalu berminat membangun istana di dunia dan lupa membangun istana di akhirat.”
Khalifah mengajukan pertanyaan kedua: “Tebaklah nasibku di akhirat kelak.” Abu Hazm menjawab: “Bercerminlah pada Al Qur’an. Renungkanlah perintah-perintah (di dalamnya) yang telah baginda lakukan dan larangan-larangan yang telah baginda hindari, di sanalah nasib baginda akan terjawab”.

Apakah kita merupakan perantau yang sukses ? apakah kita sudah menyiapkan tabungan kita jikalau kita dipanggil kembali ke kampung halaman kita yaitu kampung akhirat ? apakah kita sudah menyiapkan istana di sana ? Itulah yang sedang saya coba jawab dan kita semua harus jawab mulai dari sekarang juga.

Written by Ramdhani

Agustus 17, 2008 at 6:31 pm

Jakarta, Malam minggu menjelang proklamasi

leave a comment »

“Bada isya kulangkahkan kaki keluar dari kos ku di daerah jakarta pusat, riuh suasana anak-anak kecil bermain-main di sisi jalan menyambut  perayaan 17 agustus yang besok akan dilangsungkan. Di kepala mereka mungkin sudah terbayang serunya lomba-lomba yang akan mereka ikuti , banyaknya hadiah yang akan mereka dapatkan, tapi ah mereka masih anak-anak biarlah mereka merasakan masa kecil mereka dengan bahagia entah apakah mereka tahu bahwa sebenarnya kata merdeka itu bagi banyak orang masih sebatas fatamorgana di kala harga-harga membumbung tinggi ….

Kunaiki bis kota patas AC yang yang tidak ber AC jurusan Senen – Blok M dan sepi penumpang karena memang  sudah agak malam,”ke blok m bang !”ucapku sambil memberikan ongkos bis yang seharga 1 mangkok bakso bang kumis yang biasa mangkal di dekat rumah ku. Jalanan ibukota juga tidak terlalu padat beda seperti suasana jalanan hari-hari kerja yang macetnya bikin orang mabuk kepayang (baca:pusing).

Di  taman tugu proklamasi yang terletak di jalan proklamasi kulihat beberapa orang menyiapkan perlengkapan untuk upacara besok paginya, dan di dalam taman sendiri seperti malam-malam minggu lainnya banyak muda-mudi sedang upacara(n) tanpa bendara…huh… Menyusuri  jalan Diponegoro menuju Blok M dikiri kanan jalan yang notabene banyak kantor pemerintahan dan markas partai politik menghiasi diri dengan atribut merah putih dari bendera, umbul-umbul bahkan tong sampah pun di cat merah putih untuk mempersiapkan upacara keesokan paginya. Bahkan ku lihat ada beberapa kantor yang sudah membuat acara di malam ini, ada yang sebatas rapat, ada juga juga markas partai politik baru yang merupakan pecahan dari partai besar berlambang banteng mengadakan acara dangdutan dengan biduanita berpenampilan seronok.

Setelah 3 kali naik angkot yang berbeda untuk sampai rumah ku di daerah selatan jakarta akhirnya sampai juga di depan gang masuk menuju rumah ku, jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam kulihat beberapa meter dari rumah ku ramai terdengar suara film layar lebar yang ternyata bersumber dari “film layar tancap” yang diadakan masih dalam rangka menyambut kemerdekaan juga. Sesampainya dirumah segera kurebahkan badanku di gundukan kapuk empuk karena badan ini sudah babak belur dihajar angin malam jakarta……” ( Malam minggu 16 Agustus 2008 )

Indonesia kini genap 63 tahun. Usia yang patut disyukuri karena mencapai rata-rata harapan hidup orang Indonesia. Namun, masalahnya apakah Indonesia saat ini sudah benar-benar merdeka. Pertanyaan itu layak dilontarkan sebab selama 63 tahun Indonesia merdeka cita-cita kemerdekaan berupa terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera masih jauh dari kenyataan.

Kita teriak-teriak, “kita harus bangkit, kita harus mandiri, kita harus bisa bersaing dengan bangsa lain”. Atau kita gembar-gembor “merdeka merdeka!” Tapi, di saat yang sama kita menghamba pada Amerika. Amien Rais mengatakan demikian itu sebagai mental inlander. Lewat bukunya Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia, ia secara gamblang menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang mayoritas sudah dikuasai asing.

“Nasionalisme kita telah menjadi nasionalisme dangkal. Kita bela merah putih hanya dalam hal-hal yang bersifat simbolik, namun ketika kekayaan alam kita dikuras dan dijarah oleh korporasi asing, ketika sektor-sektor vital ekonomi seperti perbankan dan industri dikuasai asing, bahkan ketika kekuatan asing mendikte perundang-undangan serta keputusan-keputusan politik, kita diam membisu. Seolah kita sudah kehilangan harga dan martabat diri..”(Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia, Amien Rais)

Pengurasan kekayaan alam Indonesia dapat dilihat dengan intervensi terhadap produk hukum RI yang mengizinkan asing menguasai aset nasional nyaris tanpa batas. Simak, misalnya, pernyataan USAID (United States Agency for International Development) “USAID has been the primary bilateral donor working on energy sector reform“. Khusus mengenai penyusunan UU Migas, USAID secara terbuka menyatakan, “The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000” (http:www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-009.html).

Di bidang pertahanan-keamanan, kita diatur asing lewat program-program seperti IMET (dengan Amerika), DCA (Singapura), Densus 88 (AS), NAMRU 2 (AS). Proyek NAMRU 2, disebut Koordinator MER-C Dr Jose Rizal sebagai pangkalan militer AS di jantung Indonesia.

Asing juga menguasai bisnis mutiara, pelayaran, jasa perawatan, dan industri petrokimia. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan dari sekitar 20-an industri petrokimia di Indonesia hanya empat yang dimiliki oleh pengusaha lokal. “Dari 20-an perusahaan petrokimia, hanya empat yang dimiliki lokal. Selebihnya Filipina, Taiwan, dan Korea,” kata Menperin dalam seminar Indonesia Investor Forum 2 di Jakarta (Kapanlagi.com, 31 Mei 2007).

Sebagai bangsa yang berdaulat tentu kita tidak ingin terus menerus berada dalam cengkraman asing tersebut. Karena itu bagi bangsa yang terjajah seperti Indonesia ini hanya satu jalan yang layak diupayakan, yaitu membebaskan diri dari penjajahan itu sehingga diraihnya kemerdekaan hakiki.

Written by Ramdhani

Agustus 17, 2008 at 4:34 pm

ciputat dan angkot dalam ingatan

with 2 comments

zaman dulu kala

“Di suatu pagi yang cerah, sekali lagi dengan terpaksa aku diminta turun dari angkot dan harus berjalan sejauh 5 km menuju sekolah karena sopir angkot yang kutumpangi enggan mengantri di kemacetan yang memang sudah menjadi rutinitas di kawasan ciputat dan sudah terkenal di seantero jakarta raya. Tapi ternyata aku tidak sendiri di lintasan jalan becek ini ada beberapa orang berseragam putih abu-abu yang senasib denganku, kulangkahkan kaki dengan agak cepat dan sedikit agak zig zag untuk menghindari motor yang dengan seenaknya menggunakan jalur pejalan kaki untuk menghindari macet. Dari kejauhan kulihat ada orang yang berkerumun di depan gerbang sekolah seperti para groupies yang sedang menanti bintang rock idolanya tetapi dihalang-halangi oleh para bodyguard, tapi ternyata aku salah mereka adalah teman -temanku yang sudah terlambat dan tidak diperbolehkan masuk ke sekolah, termasuk juga diriku yang lebih telat dari mereka…sambil menyeka keringat beberapa kali ku umpat dalam hati tentang keadaan ciputat yang macet nya tidak kunjung di obati oleh pemerintah setempat arrgggggghhhh…” (memori putih abu-abu)

ciputat oh ciputat

zaman sekarang

Entah sejak kapan ritual macet di ciputat bermula, yang pasti sejak masih SD saya sudah terkena imbasnya yaitu sering telat masuk sekolah karena padepokan SD dan SMA saya terletak di Ciputat. Diperparah lagi jika saya telat bangun karena kesiangan, makin sempurna lah tragedi yang saya alami, udah bangun kesiangan, kena macet dan sampai di sekolah harus ber silaturahmi dengan guru BP…. sempurnaaa ( andra n d’backbone mode). Tapi saya ambil sisi positifnya yaitu setiap pagi jadi ada aktivitas olahraga yang teratur (jalan cepat bahkan lari kadang-kadang) dan kedua mengoptimalkan buku siswa yang diberikan oleh sekolah supaya tidak terlalu mubazir yang saya isi dengan beberapa catatan keterlambatan saya selama SMA, alasan telat ada beberapa kategori : macet, bangun kesiangan , banjir , uncategorized, dll.

Ciputat berada dipinggiran kota antara jakarta dan jawa barat , menurut pandangan saya ibarat selat bosphorus(turki) yang menjembatani antara asia (jawa barat) dan eropa (jakarta) CMIIW. Di ciputat ini secara tata kota cukup amburadul setelah tidak adanya terminal yang bisa menjadi tempat pemberhentian para pilot angkot menanti penumpang ditambah lagi dengan melubernya transaksi yang seharusnya di pasar menjadi bertransaksi di trotoar dan tepian jalan. Oiya hampir lupa untuk sampai ke sekolah SD dan SMA saya harus melewati beberapa rintangan yang saya sebut sebelumnya.

Tetapi akhir-akhir ini penghuni ciputat, yang sekolah di ciputat, yang melewati ciputat bisa tersenyum lega setelah fly over yang dibangun sudah selesai dan di uji cobakan beritanya bisa dilihat disini juga disana.

Coba bayangkan yang biasanya harus melewat ciputat selama 30-60 menit (jam sibuk) skarang hanya 5-10 menit melewati fly over wow keren, anda yang belum pernah merasakan lewat ciputat pada saat macet mungkin tidak bisa membayangkannya saya maklumi kok. Semoga ciputat tetap lancar dan nyaman.

Andai saja saya bisa kembali ke masa dulu, mungkin saya ga pernah terlambat ya…pasti anda yang membaca ini protes dan beranggapan ini hanyalah apologi keterlambatan saya  dan anda benar hehe..Tetapi bagaimanapun itu saya tetap bersyukur bisa merasakan hal tersebut yang mungkin tidak bisa dinikmati oleh setiap orang, ada ungkapan menarik “jika anda mencari sesuatu yang baik dari setiap peristiwa , anda akan menemukan sisi terbaik dari diri Anda sendiri”.

Written by Ramdhani

Juli 7, 2008 at 5:02 pm

Perjalanan …..

leave a comment »

Duhai, kalau pohon bisa berkelana

dan bergerak dengan kaki dan sayap!

Tentu ia tak akan menderita karena ayunan kapak

juga tak akan merasakan pedihnya gergaji!

Karena kalau mentari tidak berkelana jauh

menembus malam

Mana mungkin setiap pagi

dunia akan cerah ceria?

Bila air samudra

tidak naik ke langit,

Mana mungkin tumbuh-tumbuhan akan tersuburkan

oleh irigasi dan hujan yang lembut?

Tetes air yang meninggalkan negerinya,

samudra, dan lalu kembali —

Mendapati tiram sedang menanti

dan tumbuh menjadi mutiara.

Tidakkah Yusuf meninggalkan ayahnya,

dalam sedih dan air mata dan putus asa?

Tidakkah lewat perjalanan itu

dia peroleh kerajaan dan kemenangan ?

Kalau tak punya kaki untuk berkelana

berkelanalah ke dalam dirimu,

Dan bak tambang batu delima

terima jejak sinar mentari!

Perjalanan seperti itu

akan membawamu ke dirimu,

Mengubah debu jadi emas murni!

Tinggalkan pahit dan cuka,

pergilah ke manis!

Sebab air laut pun membuahkan

seribu jenis buah

Matahari itulah

yang menampilkan karya amat bagus itu,

Karena pohon jadi indah

kala disentuh mentari

(rumi)

Written by Ramdhani

Mei 30, 2008 at 3:31 pm